Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Festival Saprahan Pelajar di Pontianak, Jadi Ajang Merawat Silaturahmi dengan Makan Bersama

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:51 WIB
SAPRAHAN: Pelajar SMP di Pontianak saat mengikuti Festival Saprahan Pelajar.
SAPRAHAN: Pelajar SMP di Pontianak saat mengikuti Festival Saprahan Pelajar.

Festival Saprahan Pelajar SMP/MTS se Kota Pontianak tahun ini kembali dilaksanakan. Diikuti 13 kelompok perwakilan sekolah, ajang ini sebagai upaya merawat peninggalan budaya orang tua dulu agar tidak hilang ditelan zaman

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Makan saprahan menjadi pengalaman baru bagi para pelajar, saat mengikuti lomba Festival Saprahan tingkat SMP sederajat se Kota Pontianak bertempat di Rumah Adat Melayu Pontianak, kemarin. Ajang tahunan inisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pontianak, di tahun ini melombakan 13 kelompok peserta perwakilan dari masing-masing sekolah.

Kirana, perwakilan dari SMP 11 Pontianak begitu antusias untuk mengikuti lomba ini. Menurutnya, lomba makan saprahan menjadi pengalaman yang bakal menjadi pembelajaran bagi dirinya. Sebab dalam lomba ini, dia mesti mengikuti proses saprahan dengan benar.

Tak hanya cara menyiapkan makanan saja yang dipelajari. Di sini para peserta juga mengenakan baju khas melayu Pontianak. Yaitu telok belanga dan baju kurong. Kemudian makanan dan minuman yang ditampilkan juga khas melayu Pontianak.

Pengalaman lain yang menurutnya menyenangkan adalah dia bisa ikut makan bersama-sama. Menurutnya dengan makan bersama, dapat mereka silaturahmi, baik dirinya dan teman sekolah, atau dengan para peserta lainnya.

"Ada terasa momen-momen kebersamaannya, makan sama-sama. Jadi kita juga tahu tradisi kota kita sendiri, dan keseruan rebutan makanannya," timpalnya.

Hal senada juga diungkapkan peserta dari SMPN 5 Pontianak yang mengaku saprahan membangkitkan chemistry bersama teman. Apalagi tradisi saprahan sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda di Kalbar. Sebagai generasi muda, sudah sepatunya untuk belajar sekaligus menjaga agar tradisi ini tidak luntur ditelan zaman.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya di Kota Pontianak yang lahir dari beragam suku bangsa. Menurutnya, keunikan tiap etnis telah memperkaya khazanah budaya Pontianak dan patut dijaga bersama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti menambahkan, festival ini juga menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi pelajar. Menurutnya, pendidikan tidak hanya terbatas pada mata pelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengenalan dan pengalaman langsung terhadap budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini, para pelajar belajar tentang nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan yang terkandung dalam tradisi saprahan. Harapannya, nilai-nilai ini bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.(*)

Editor : Hanif
#pelajar #kebersamaan #tradisi melayu #Festival #saprahan #kota pontianak #antusias #Antar sekolah