PONTIANAK POST - Duo akustik asal Kota Pontianak, Manjakani, resmi meluncurkan album kedua mereka. Sesi dengar perdana album berisi sepuluh lagu itu digelar hangat di Toko Kami (Suhada), Selasa (4/11) sore.
Dibentuk oleh pasangan suami istri Muhammad Taufan Eka Prasetya dan Nabilla Syafani, Manjakani menghadirkan karya yang lebih personal dalam album terbarunya. Proses kreatifnya berlangsung panjang, bahkan dimulai sejak 2018, jauh sebelum keduanya menikah dan memiliki anak.
“Album ini kami tulis sejak sebelum menikah, hingga akhirnya punya anak. Setiap lagu adalah potongan keseharian kami, tentang bagaimana belajar memahami, menerima, dan bersyukur,” ujar Taufan.
Album yang diproduseri Ajung Anderson itu dikerjakan secara mandiri di rumah. “Sebagian besar direkam di ruang tamu dan kamar,” tambah Nabilla. Hasilnya, sepuluh lagu dengan warna musik yang beragam, mulai dari folk, pop lembut, hingga sentuhan etnik melayu.
Album kedua dibuka dengan lagu berjudul “Selamat Biru Samudra”. Masing-masing lagu punya cerita tersendiri. “Yah!” misalnya. Lagu ini mengisahkan keinginan untuk tetap bersama hingga akhirat.
Lagu “Dunia Kecil” adalah ungkapan bahagia Nabila setelah menjadi ibu, melihat dunia dari sudut pandang seorang anak. Sementara “Nyali” menjadi lagu pengantar album kedua, yang menggambarkan perjuangan mendapatkan seseorang sebelum janur kuning melengkung. Ada pula “Berlayar”, lagu sendu tentang perasaan anak setelah perpisahan orang tuanya.
Lagu “Usah Marah-Marah, Nanti Cepat Tua” menjadi warna tersendiri di album ini. Ritmenya ringan, dengan aksen khas Melayu lewat permainan gendang rampak, gambus, dan akordeon. “Lagu ini bercerita tentang dinamika hubungan, bahwa kadang yang dibutuhkan bukan perpisahan, tapi jeda,” kata Taufan.
Selain itu, ada juga lagu berjudul “Sejenak”. Dan lagu “Angin Lalu”, yang merupakan 'hadiah' dari Manjakani untuk sahabatnya yang melangsungkan pernikahan. “Lagu “Angin Lalu” dibuat karena ada sahabat kami yang menikah dan ingin dokumentasi pernikahannya menggunakan lagu yang belum ada, jadi kami buat sebagai hadiah pernikahan mereka,” jelas Taufan dan Nabilla.
Dua lagu lainnya, “Rencana” dan “Berserah”, menggambarkan sisi reflektif pasangan ini sebagai orang tua dan manusia yang terus belajar. “Rencana” menyinggung kebimbangan soal masa depan anak di tengah profesi musisi yang tak menentu, sedangkan “Berserah” berbicara tentang keikhlasan dan sepenuh hati menjalani hidup.
Para pendengar yang ingin menikmati karya Manjakani kini bisa mendengarkan seluruh lagu dalam album kedua ini di berbagai platform digital, seperti Spotify, YouTube, dan lainnya. Taufan dan Nabilla berharap, lagu-lagu mereka bisa menemani pendengar dalam berbagai suasana hati. “Bagi kami, ini bukan sekadar album musik. Ini catatan perjalanan hidup kami yang terus bertumbuh,” tutup mereka.(bar)
Editor : Hanif