Pelaku UMK) asal Kalbar menunjukkan daya saing di tingkat nasional lewat ajang PRABU Expo 2025. Sejumlah produk unggulan asal Bumi Khatulistiwa berhasil menarik perhatian pengunjung.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
Salah satu yang mencuri perhatian ialah Serundeng Tradisional 3 Dare asal Kabupaten Kubu Raya. Produk kuliner ini memanfaatkan bahan lokal berupa kelapa segar, dan diolah dengan bumbu pilihan tanpa pengawet.
Selain menjadi lauk pendamping, serundeng ini juga digemari sebagai camilan khas dengan cita rasa gurih, dan nilai ekonomi tinggi.
Produk Serundeng 3 Dare yang beralamat di Jalan Perdamaian, Kubu Raya, bahkan telah menembus pasar internasional, antara lain ke Malaysia, Singapura, Brunei, hingga Jerman. Produk ini juga aktif mempromosikan diri melalui akun media sosialnya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalbar, Ayub Barombo yang hadir langsung dalam pameran tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian UMKM yang telah memberikan ruang promosi, dan pengembangan bagi UMKM daerah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian UMKM RI yang telah memberi kesempatan bagi UMKM Kalbar untuk naik kelas. Ini momentum penting agar produk lokal kita semakin dikenal luas dan mampu bersaing secara nasional bahkan global,” ujar Ayub.
Ia menilai, keikutsertaan UMKM Kalbar dalam ajang seperti PRABU Expo menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring bisnis, memperluas pasar, serta membuka peluang kolaborasi lintas daerah. Menurutnya, banyak produk Kalbar yang memiliki potensi besar namun masih membutuhkan dukungan dari sisi branding, kemasan, dan akses pasar.
“Kita punya produk luar biasa dari hasil alam yang melimpah. Tinggal bagaimana kita bantu mereka dari sisi inovasi, promosi, dan pendampingan usaha agar bisa bertahan, dan berkembang,” tambahnya.
PRABU Expo 2025 menjadi etalase nasional bagi produk unggulan UMKM dari seluruh provinsi di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Kementerian UMKM mendorong semangat Bangga Buatan Indonesia dengan menampilkan kisah sukses, dan kualitas produk daerah yang berdaya saing tinggi.
Ayub menegaskan, Pemprov Kalbar terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan, lembaga sertifikasi, dan marketplace digital, agar UMKM semakin mudah mengakses modal serta memperluas jangkauan pasar.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kalau mereka kuat, ekonomi Kalbar juga tumbuh. Kita ingin UMKM kita tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga punya tempat di pasar dunia,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah, dan lembaga pembiayaan, langkah UMKM Kalbar menuju level global bukan lagi sekadar mimpi. Dari cita rasa lokal menuju etalase dunia, produk seperti Serundeng 3 Dare menjadi bukti nyata kebangkitan usaha kecil dari barat Indonesia.(*)
Editor : Hanif