Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waterfront Membuka Rezeki Bagi Penarik Sampan Bermesin: Susur Sungai Kapuas Naik Sampan Disukai Wisatawan

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 19 November 2025 | 11:20 WIB

 

PENAMBANG SAMPAN: Warga menyeberang Sungai Kapuas dengan sampan tambang.
PENAMBANG SAMPAN: Warga menyeberang Sungai Kapuas dengan sampan tambang.

Bagi penarik sampan bermesin, Sungai Kapuas menjadi ladang mendapatkan rezeki. Fasilitas yang semakin tertata, membuat para penarik perahu bermesin masih mampu bertahan di era transformasi transportasi yang kian maju   

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Saleh, penarik sampan bermesin yang ngetem di tepian Sungai Kapuas, tengah duduk bersama rekan sekerja. Mereka menunggu giliran untuk mengantar penumpang, tujuan Pasar Tengah ke Keraton Kadariyah.

Kata dia, tidak ada kenaikan tarif untuk penyeberangan menggunakan sampan bermesin ini. Hitungannya per orang, dikenakan tarif Rp2.000 sekali jalan. Di sini, cukup banyak orang yang mencari nafkah sepertinya.

Untuk rute tempatnya saja, ada 20 penarik sampan bermesin. Mekanisme untuk mendapatkan penumpang, dengan cara bergilir. Dengan demikian, semua penarik sampan bermesin bisa mendapatkan jatah keberangkatan yang sama. Hanya saja, dalam prosesnya kembali lagi ke nasib. Jika rezeki tengah bagus, bisa saja giliran dia mendapatkan penumpang penuh mengisi sampannya. Namun jika sedang tidak rezeki, bisa saja dia membawa satu penumpang per sekali jalan.

Itu tak bisa dihindari. Meski demikian, kadang dia dan teman-teman seprofesi juga mendapatkan rezeki dadakan. Seperti orang ingin menyusuri Sungai Kapuas menggunakan sampan bermesin. Kadang ada harinya. Rezeki tengah bagus, per sekali jalan, orang bisa memberikan Rp50 ribu, bahkan lebih.

Rezeki tak terkira ini, selalu diharapkan oleh para penarik sampan bermesin sepertinya. Sehingga ketika pulang ke rumah, bisalah dia membawa Rp100 ribu sehari, atau bahkan lebih.

“Saya ini sudah mau 20 tahunan jadi penarik sampan. Mulai dari sampan kayuh sampailah sekarang, sampan menggunakan mesin,” ujarnya.

Keberadaan tepian Sungai Kapuas setelah diperbaiki dan memiliki waterfront, justru membuat penarik sampan sepertinya mampu bertahan. Meskipun diketahui, saat ini transformasi pilihan transportasi semakin banyak. Namun pangsa konsumen pengguna perahu di Sungai Kapuas ini tetap ada. Itu dikarenakan, keberadaan waterfront sebagai penunjang wisata di tepian sungai mampu menjadi magnet untuk masyarakat mau menggunakan sampan buat menyusuri Sungai Kapuas.

“Ini menjadi pengalaman tersendiri bagi konsumen,” ujarnya.

Jay mengaku senang menggunakan sampan bermesin menyusuri Sungai Kapuas. Apalagi di waktu sore, angin sepoi, dengan pemandangan waterfront di tepian sungai begitu indah di mata. Ini yang menarik dirinya untuk memakai jasa penyewaan sampan bermesin. Biayanya juga tidak mahal.

“Kita bisa menikmati pemandangan indah di sore hari. Di malam hari, menyusuri Sungai Kapuas menggunakan sampan bermesin juga tak kalah menyenangkan. Ini menjadi pengalaman seru bagi saya,” ujarnya.(*)

Editor : Hanif
#Menyusuri Sungai #waterfront #wisatawan #fasilitas #sungai kapuas #Tertarik #Ladang Rezeki #sampan