Dari safari bawah air yang memacu adrenalin, wahana air yang meriah, hingga outlet unik di dalam pesawat Boeing, A’Famosa Resort menjadi puncak eksplorasi kami di hari terakhir berada di Melaka. Tempat wisata ini mempertemukan petualangan, hiburan, dan spot foto ikonik dalam satu kawasan luas.
IDIL AQSA AKBARY, Melaka
Hari terakhir di Melaka, rombongan famtrip diajak menjelajahi salah satu kawasan wisata terluas di negara bagian itu. Namanya A’Famosa Resort di daerah Alor Gajah. Area yang berada di perbukitan, dan dikelilingi lanskap pedesaan hijau ini menjadi destinasi keluarga yang cukup populer di Malaysia.
Tiba di sana kami disambut oleh Senior Sales Manager A’Famosa, Ng May. Ia menjelaskan bahwa kompleks ini berdiri di atas lahan seluas 520 hektare, lengkap dengan internal shuttle service yang bisa mengantar pengunjung ke berbagai lokasi di dalam kawasan. Satu per satu, rombongan kemudian dibawa mengenal spot-spot utamanya.
Tujuan pertama adalah A’Famosa Safari Wonderland. Begitu memasuki area Crocodile Kingdom, pengunjung langsung disuguhi penangkaran buaya dengan akuarium raksasa berair jernih. Jenisnya beragam, ada buaya air asin, buaya jejulung, hingga buaya borneo, dengan ukuran yang tak biasa.
Yang menarik, pengunjung dapat berfoto dari bawah air, tepat di balik kaca tebal akuarium, seolah berada satu ruang dengan buaya raksasa itu. Pengunjung bahkan bisa mendapat momen foto bersama buaya di atas kepala. Kemudian dari sisi atas, sensasi memberikan makan buaya juga memacu adrenalin. Potongan daging diikat ke joran, lalu diturunkan untuk memancing gerakan sang predator.
Atraksi lain yang membuat rombongan terpukau adalah elephant aquatic show. Yaitu pertunjukan gajah berenang dalam akuarium raksasa. Penonton menyaksikannya dari sebuah ruangan gelap menyerupai bioskop, dengan kaca lebar yang menampilkan pergerakan gajah besar itu di dalam air.
Dengan banyaknya wahana, dan pertunjukan di sana, sehari penuh di Safari Wonderland rasanya masih belum cukup. Tak heran A’Famosa menyediakan berbagai pilihan penginapan di dalam kawasan itu.
Usai menyaksikan pertunjukan gajah berenang, rombongan kami kemudian diajak berkeliling ke area kebun binatang. Perjalanannya menggunakan truk khusus yang dipasang teralis di semua sisi, demi keamanan saat melewati habitat binatang buas. Jalurnya dibuat seperti hutan mini, memberi sensasi safari alam liar.
Sepanjang perjalanan, terlihat berbagai fauna, seperti burung unta, badak, unta, gajah, rusa, singa, harimau, dan berbagai satwa lainnya. Salah satu peserta famtrip, Nabihah Safinatun Najah merasa pengalaman itu sangat berkesan. “Yang paling berkesan kita bisa berada di bawah buaya. Jadi buayanya ada di atas kita, seru,” ujar Azzah-sapaan karibnya.
Baca Juga: Pengprov IPSI Kalbar Nyatakan Muskot IPSI Kota Pontianak Tidak Sah
Secara umum, Melaka juga meninggalkan kesan mendalam baginya. “Kotanya benar-benar indah, bersih, cantik. Di setiap tempat estetik untuk didokumentasikan. Sepertinya tidak cukup hanya tiga hari untuk berlibur di Melaka,” tambahnya.
Dari Safari Wonderland, kami lalu menuju A’Famosa Water World, taman rekreasi air berukuran besar dengan ragam wahana keluarga. Yang paling populer adalah Big Ice Cream. Dengan pelampung bundar besar yang dapat dinaiki empat orang, penumpang bisa meluncur seperti diputar dalam cone es krim. Selain itu, ada pula wahana air lainnya seperti hula-hula, inner tube, hingga kolam gelombang.
Jika sudah puas bermain air, pengunjung bisa kembali menikmati pertunjukan lainnya. Salah satu pertunjukan yang wajib ditonton di sana adalah Wild Wild West Show. Aksi cowboy, tembak-menembak, hingga suku Indian yang menunggang kuda asli menghadirkan ketegangan sekaligus hiburan.
Dalam pertunjukan itu, penonton diajak berinteraksi melalui beberapa gimmick, yang membuat suasana semakin hidup. Wild Wild West Show memberikan pengalaman serupa menonton film western Hollywood, tetapi dalam bentuk live action.
Karena waktu terbatas, tidak semua atraksi bisa kami kunjungi. Namun sebelum meninggalkan kawasan, rombongan masih sempat singgah di Freeport A'Famosa Outlet, pusat belanja merek-merek terkenal dengan bangunan bergaya Belanda.
Di bagian depannya, perhatian langsung tertuju pada Coach Airways, outlet Coach yang berada di dalam pesawat Boeing asli. Pesawat bekas itu awalnya dipotong menjadi lebih dari 160 bagian, kemudian dirakit ulang sehingga tampak utuh seperti pesawat yang terparkir di landasan. Konsep ini telah dibangun sekitar tiga tahun lalu, dan menjadi salah satu spot foto paling ikonik di sana.
Dari sana, rombongan lalu meninggalkan Melaka, dan menuju Kuala Lumpur untuk berkeliling ke beberapa titik di malam harinya. Termasuk singgah sebentar ke pusat pemerintahan negara Malaysia, Putrajaya, sebelum kembali ke hotel, dan pulang ke Pontianak keesokan paginya.
Peserta fam trip lainnya, Danny Riansyah Putra, merasakan bahwa tiga hari di Melaka sangat menyenangkan. Sebagai konten kreator, menurutnya banyak spot yang mudah di-eksplore, karena jarak yang berdekatan. “Seharian pakai jalan kaki saja, banyak tempat bisa didatangi. Budaya, dan sejarah yang kuat bikin kita pengen datang lagi, karena masih banyak yang belum kita tahu,” ujar pemilik akun @maindiponti itu.
Menurutnya, kuliner di Melaka juga cocok untuk lidah pengunjung Indonesia, termasuk asal Pontianak. Kedekatan bahasa juga turut mempermudah komunikasi selama di sana. “Karena banyak tempat yang menghadirkan pengalaman yang tidak bisa dibeli,” katanya saat ditanya mengapa orang Pontianak wajib berkunjung ke Melaka.
Konten kreator lainnya, Muhammad Nouval, juga menyampaikan rasa terima kasihnya. Melaka baginya bukan sekadar destinasi, tetapi kota yang menyisakan kesan mendalam, membuat siapa pun ingin kembali untuk mengenal lebih banyak sisi lain dari negeri bersejarah itu.
“Terima kasih kepada Konsulat Malaysia di Pontianak, dan Tourism Melaka yang telah memberikan kesempatan berharga untuk mengenal Melaka lebih dekat,” tutupnya.**
Editor : Hanif