Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Merayakan Keterbatasan, Merangkai Bahagia: Penyandang Disabilitas Mendapat Energi Bersama

Mirza Ahmad Muin • Senin, 1 Desember 2025 | 11:06 WIB
ENERGI POSITIF: Satarudin Berfoto bersama anak-anak penyandang disabilitas.
ENERGI POSITIF: Satarudin Berfoto bersama anak-anak penyandang disabilitas.

Komunitas Berbagi Nasi menggelar kegiatan bertajuk merayakan keterbatasan merangkai bahagia bersama disabilitas bertempat di Aula Disabilitas, Minggu pagi (30/11). Di kegiatan itu, mampu menghadirkan energi positif bagi teman-teman penyandang disabilitas agar mampu menjadi manusia yang melahirkan karya dan prestasi

Mirza Ahmad Muin, Pontianak 

Pertunjukan seni tari di atas panggung Gedung Disabilitas, menjadi pembuka acara bertajuk merayakan keterbatasan merangkai bahagia bersama disabilitas yang digelar oleh Komunitas Berbagi Nasi Pontianak.

Peserta dari kegiatan itu, adalah para penyandang disabilitas, baik itu tuna rungu, tuna netra, tuna grahita hingga tuna daksa. Semua melebur menjadi satu, merayakan kebahagiaan sekaligus menyatukan energi untuk menjadi penyandang disabilitas yang mampu melahirkan inovasi, kreasi, karya dan prestasi.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin membuka kegiatan tersebut. Dia mengapresiasi, Komunitas Berbagi Nasi Pontianak yang mampu mengajak teman-teman disabilitas bersama hadir di kegiatan ini.

Menurutnya, teman-teman disabilitas harus mendapatkan hak yang sama sebagai warga negara Indonesia. Mulai dari pendidikan, kesehatan hingga lapangan pekerjaan mereka harus mendapatkannya.

Persoalan di lapangan untuk sektor lapangan pekerjaan bagi disabilitas memang menjadi perhatiannya. Ke depan lowongan pekerjaan juga harus berpihak pada penyandang disabilitas. Seperti beberapa warung kopi dan kafe sejak beberapa tahun ke belakang sudah melibatkan teman-teman disabilitas untuk menjadi tenaga kerjanya.

“Ini sesuatu yang positif dan harus ditularkan ke perusahaan lain, baik itu lembaga pemerintah, BUMN, BUMD dan perusahaan swasta,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Tenaga Kerja juga merekrut satu orang penyandang disabilitas tuna rungu untuk bekerja. "Artinya teman-teman disabilitas ini mampu untuk melaksanakan tugas sesuai tupoksinya," katanya.

Kalau persoalan sarana prasarana, secara bertahap, Pemkot Pontianak sudah menyediakan beberapa akses untuk disabilitas. Di sektor pendidikan, juga telah membuat sekolah inklusi. “Pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan disabilitas juga terus dilakukan. Ini merupakan bentuk keberpihakan kami pada disabilitas,” ujarnya.

Di kegiatan ini, menurut Satar, juga mampu menularkan energi baru bagi teman-teman disabilitas. Agar dalam menjalankan hidup lebih optimis, karena disabilitas juga mampu di segala bidang.

Di tempat sama, Ketua Komunitas Berbagi Nasi Pontianak Mahendra menuturkan, poin utama dalam kegiatan ini untuk menyampaikan jika teman-teman disabilitas juga memiliki potensi di berbagai bidang. Selama ini bagi sebagian orang masih memandang disabilitas memiliki kekurangan. Tetapi fakta di lapangan banyak prestasi yang digelontorkan oleh teman-teman disabilitas.

“Dikegiatan ini saya ingin menyatukan energi, jika penyandang disabilitas juga mampu untuk melakukan banyak hal sesuai keahlian masing-masing,” ujarnya. (*)

Editor : Hanif
#komunitas berbagi nasi #Penyandang Disabilitas #dprd pontianak #inklusi #Pemenuhan Hak #Akses Setara