Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Imigrasi Buka Layanan Pembuatan Paspor di Gereja Santo Agustinus, Jemaat Merasa Terbantu dengan Pelayanan Cepat

Mirza Ahmad Muin • Senin, 8 Desember 2025 | 11:11 WIB

 

 

LAYANAN: Anggota Komisi XIII DPR RI Dapil Kalbar Sibarani bersama Kepala Imigrasi Pontianak.
LAYANAN: Anggota Komisi XIII DPR RI Dapil Kalbar Sibarani bersama Kepala Imigrasi Pontianak.

Imigrasi Pontianak bersama Anggota Komisi XIII DPR RI Dapil Kalbar Fransiscus Maria Agustinus Sibarani melakukan kolaborasi dalam rangka percepatan pembuatan paspor. Layanan jemput bola kali ini dilakukan pada jemaat di Gereja Katolik Paroki Santo Agustinus, Kubu Raya

Mirza Ahmad Muin, Kubu Raya

Ruangan aula Gereja Katolik Paroki Santo Agustinus di Kabupaten Kubu Raya, siang kemarin ramai dipenuhi oleh jemaatnya. Di dalam ruangan itu tampak satu persatu nama calon pembuat paspor dipanggil oleh petugas Imigrasi Pontianak. 

Kegiatan pelayanan pembuatan paspor itu diinisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi XIII Dapil Kalbar Fransiscus Maria Agustinus Sibarani bersama Imigrasi Pontianak. Tujuan untuk menghadirkan pelayanan jemput bola.

Hendra salah satu pengaju pembuatan paspor terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Diakuinya, untuk membuat paspor saat ini mesti melakukan pendaftaran terlebih dulu secara online. Beberapa kali sudah dicobanya, namun belum rezeki dan selalu gagal. Mungkin, kata dia, Imigrasi menerima ajuan pembuatan paspor yang begitu tinggi. Ketika kuota terbatas, jadilah ajuan paspor miliknya belum bisa ditindaklanjuti oleh Imigrasi.

“Tapi beberapa hari lalu saya mendapatkan informasi dari gereja, jika hari ini (kemarin) Imigrasi melakukan pelayanan jemput bola untuk pembuatan paspor. Langsung saja saya ke sini, dan akhirnya ajuan perpanjangan paspor saya bisa dilakukan di sini,” katanya.

Dengan adanya pelayanan jemput bola pembuatan paspor ini dia merasa terbantu. Kedatangannya kesini juga sekaligus mengajak keluarganya untuk membuat paspor. Rencana jika paspor ini sudah jadi, dia beserta keluarga akan berlibur ke negara tetangga.

Fransiskus Maria Agustinus Sibarani menjelaskan kegiatan jemput bola pelayanan pembuatan paspor ini merupakan salah satu aspirasi masyarakat. Sebagai upayanya, dia pun menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Imigrasi Pontianak. Hasilnya, Imigrasi menyambut baik dan langsung melakukan pelayanan pembuatan paspor jemput bola di gereja. “Ini baru kali pertama,” ujarnya, kemarin.

Dari keluhan masyarakat kebanyakan saat melakukan pendaftaran online terkadang gagal. Itu disebabkan salah satunya karena jaringan internet di Kalbar belum merata. Kemudian di Desember ini permintaan pembuatan paspor meningkat dikarenakan banyak masyarakat ingin pergi berlibur ke luar negeri.

“Di pelayan pertama ini sebetulnya kuota dibatasi hanya 30 orang pemohon. Namun nyatanya, peserta mencapai seratus orang. Saya juga berterima kasih kepada Imigrasi. Di pelayanan ini mereka membawa 20 petugas Imigrasi untuk melayani pembuatan paspor jemput bola ini,” ujarnya.

Di tempat sama, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kota Pontianak Sam Fernando mengatakan, kegiatan ini merupakan pelayanan paspor kepada masyarakat di luar jam kerja. “Total pemohon dari data kami ada sekitar seratusan pemohon pembuatan paspor,” ujarnya.

Dalam pelayanan ini, terlebih dulu pemohon mendaftar melalui sistem online. Setelah itu, mereka datang untuk melakukan wawancara pengambilan sidik jari dan foto.

“Tiga sampai empat hari kerja kemungkinan sudah  jadi dan bisa diambil di kantor Imigrasi Pontianak. Pesan saya jika paspor sudah jadi bisa dijaga sebaiknya dan jangan sampai hilang,” ujarnya. (*)

Editor : Hanif
#gereja #layanan jemput bola #antusias #paspor #imigrasi pontianak