Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dipukuli Oknum Polisi dan TNI Sampai Mengaku, Penjual Es Gabus Pulang Subuh dengan Tubuh Lebam

Hanif PP • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:37 WIB
Suderajat, Kakek Penjual Es Gabus Asal Bogor yang Viral Dituding Aparat
Suderajat, Kakek Penjual Es Gabus Asal Bogor yang Viral Dituding Aparat

Suderajat, pedagang es gabus asal Bogor, dituding berbuat curang, dipaksa mengaku, hingga mengalami kekerasan saat diperiksa di kantor polisi. Padahal, ia hanya mencari nafkah demi menghidupi lima anaknya.

ABILLY MUHAMAD, Bogor

Tak seperti biasanya, Suderajat belum pulang ke rumah hingga Sabtu (24/1) sore hari. Istri dan anak-anaknya pun dibuat kalang-kabut. Secuil pun kabar tak sampai, lantaran Suderajat tak pernah membawa ponsel. Alat komunikasi itu sudah menjadi barang mewah bagi keluarga Suderajat.

‎"Biasanya, habis subuh berangkat. Pulangnya selalu jam 4 sore," kata sang anak, Zaitun saat disambangi Radar Bogor, Selasa (27/1).

Karena khawatir, gadis berusia 18 tahun ini sempat mencari sang ayah di sekitar Stasiun Bojonggede. Harapannya, sang ayah hanya telat pulang dan masih berada di lokasi itu. Sayangnya, penantian Zaitun tak membuahkan hasil. Hingga keesokan paginya, ia baru bisa bertemu lagi dengan lelaki kesayangannya itu.

‎"Kan dia pulang jam 4 pagi, terus dia bilang, habis dipukuli sama polisi gitu," beber anak ketiga dari lima bersaudara ini.

‎Namun, omongan sang ayah belum bisa dibuktikan Zaitun. Apalagi, kondisi rumah masih gelap. Luka-luka sang ayah belm terlihat jelas.

Satu hal yang bisa dirasakan Zaitun; ayahnya begitu letih dan suaranya lirih. Sang ayah langsung memilih tidur menjelang pagi.

Zaitun sempat tidak percaya omongan sang ayah, yang berurusan dengan pihak kepolisian. Apalagi, 15 tahun ayahnya berjualan es gabus di Kemayoran hingga Manggarai, tak pernah melakukan tindak kriminal.

Namun, ketika sejumlah unggahan di media sosial viral, barulah dia paham kejadiannya. Seketika, ia merasa shock dan tak terima. ‎

"Awalnya gak percaya, eh tiba-tiba viral gitu. Shock, kayak kesal banget bisa digituin banget. Dia dapet dari bosnya, jadi tinggal bawa aja. Kesal banget. Padahal (es gabus) gak dari spons. Emang kayak gitu kalau udah kering. Ya kalau udah kering, airnya udah adem, gak dingin lagi," kesalnya.

Apalagi, Zaitun mengungkapkan, penghasilan ayahnya dari berjualan es gabus tidaklah seberapa. Dalam sehari, mereka hanya bisa mendapatkan paling banyak Rp50 ribu. Uang itulah yang dipakai untuk mengidupi kelima anak-anaknya.

Keterbatasan pendapatan tentu berdampak terhadap pendidikan anak-anaknya. Semuanya tak ada yang tamat SMA, termasuk Zaitun yang hanya mengenyam bangku SMP.

‎Suderajat pun menceritakan bahwa peristiwa tak menyenangkan yang dialaminya bermula saat ia berjualan di sekitar Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1) lalu. Ia dihampiri oleh sekelompok orang, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

‎‎"Saya dagang es kue. Kejadian jam 10, suruh ngaku es kue dari spons bedak," ungkap Suderajat ditemui Radar Bogor, Selasa (27/1).

Sebagaimana video yang beredar, Suderajat diinterogasi di tempat. Oknum aparat bahkan meremas-remas es kue yang ditudingnya berbahan spons atau busa. Bahkan, mulut Suderajat sampai dijejali es kuenya sendiri.

Tak hanya itu, lelaki berusia 49 tahun itu dibawa ke kantor kepolisian untuk diperiksa. Sayangnya, upaya pemeriksaan yang dilakukan pihak berwajib tidak sesuai dengan bayangan Suderajat. ‎"Saya diperiksa, ditonjok, dipukul. Saya sakit, digebukin. Perih semuanya, ditonjok. Dua-duanya (oknum aparat yang melakukan)," jelas pria berusia 49 tahun ini.

‎‎"Suruh 'ngaku gak, ngaku gak luh'. Saya diem, ditonjok," tambah dia.

‎Suderajat tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa pasrah. ‎"Diem aja, abis dia main keroyokan, ya kalah. Itu kan atasnya (jabatan) tinggi, kita rendah. Kan, saya rakyat. Kalau rakyat sama (pejabat) atas, kan laen (perlakuannya). Kita kan tahu bahwa itu mah atas," ungkapnya.

Suderajat baru bisa bernapas lega ketika Dokpol mengumumkan hasil laboratorium barang dagangannya. Hasilnya ternyata tak mengandung bahan berbahaya atau spons, seperti yang dituduhkan kepadanya. Ia pun langsung dilepas dan diantar pulang oleh pihak kepolisian.

‎"Saya ditahan sampai 3 pagi. Keluar hasilnya, baru dilepasin. Tapi, saya dianterin sama atasan polisi di Polsek Kemayoran," pungkas lelaki beranak lima ini.

Kejadian itu membuatnya trauma. Ia terpaksa berhenti berjualan untuk sementara waktu. Padahal

Suderajat pedagang es gabus asal Bogor memiliki lima anak yang tak tamat pendidikan SMA karena keterbatasan biaya.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras juga ikut mengunjungi kediaman Sudrajat. Ia datang sembari membawa motor sebagai hadiah. Selain motor, Abdul Waras juga bakal memberikan modal usaha. "Semoga ini bisa bermanfaat untuk usaha beliau," ujarnya. (abl/faj/c)

Editor : Hanif
#kekerasan #polisi #pedagang es gabus #Suderajat #dituduh #dipaksa mengaku