Suasana berbeda terasa di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat pagi itu. Bukan hanya derap langkah pegawai yang bergegas menuju ruang kerja, melainkan bunyi sapu lidi beradu dengan lantai, gesekan kain lap di atas meja, dan canda ringan yang mengalir di sela-sela aktivitas bersih-bersih.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak kembali melaksanakan korve, gotong royong rutin setiap Jumat pagi. Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar kegiatan bersih-bersih. Namun bagi jajaran pemerintah kota, korve telah menjelma menjadi bagian dari budaya kerja.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar menjalankan arahan pemerintah pusat, melainkan komitmen membangun lingkungan kerja yang sehat dan tertata.
“Kami memang sudah rutin setiap hari Jumat pagi gotong royong membersihkan lingkungan kerja, mulai dari ruang kerja sampai halaman kantor,” ujarnya saat meninjau sejumlah ruangan.
Peninjauan itu membuka fakta kecil yang kerap luput dari perhatian. Di beberapa sudut ruangan, debu masih menempel. Arsip lama yang tak lagi relevan menumpuk di lemari. Kabel internet yang sudah tak berfungsi terkulai tanpa dirapikan.
Bagi Edi, hal-hal kecil semacam itu bukan perkara sepele. Tumpukan arsip dan debu yang mengendap mencerminkan kedisiplinan dan kepedulian.
“Masih banyak debu, masih berantakan, masih ada arsip-arsip yang sebenarnya tidak perlu lagi dipertahankan. Kabel-kabel yang sudah mati ini harus dibersihkan,” tegasnya.
Baginya, kebersihan ruang kerja bukan hanya soal estetika. Ada kaitan langsung dengan produktivitas. Ruang yang rapi menciptakan suasana yang nyaman, dan dari kenyamanan itulah lahir semangat kerja.
“Kalau suasana kerja bersih, kinerja juga meningkat. Bagaimana kita mau menjadikan Pontianak kota yang bersih kalau kantor kita sendiri tidak bersih?” katanya.
Di sebuah ruangan, Margareta, seorang ASN, tampak merapikan tumpukan dokumen bersama rekan-rekannya. Sesekali ia tersenyum saat bercakap ringan, sebelum kembali fokus menyortir berkas.
Menurutnya, korve Jumat pagi membawa dampak lebih dari sekadar ruangan yang kinclong. Ada rasa kebersamaan yang tumbuh.
“Dengan korve seperti ini, kami jadi lebih peduli terhadap kebersihan ruang kerja masing-masing. Suasana kantor terasa lebih nyaman, jadi lebih semangat bekerja,” tuturnya.
Kegiatan itu juga menjadi pengingat agar tidak menunda penataan arsip dan perlengkapan yang tak lagi digunakan. Sedikit demi sedikit, ruang yang sebelumnya terasa sempit berubah menjadi lebih lapang.
Edi berharap semangat menjaga kebersihan tak berhenti di lingkungan kantor. Ia mengajak ASN untuk membawa kebiasaan itu ke rumah dan lingkungan sekitar.
Sebagai abdi masyarakat, lanjutnya, ASN harus menjadi contoh. Kepedulian terhadap kebersihan adalah bagian dari pelayanan publik.(*)
Editor : Hanif