Polda Kalbar mewaspadai perubahan pola pergerakan masyarakat menjelang Idulfitri. Warga dinilai mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
Suasana ruang pertemuan di Graha Khatulistiwa Mapolda Kalimantan Barat, Senin pagi (9/3), terasa lebih serius dari biasanya. Para pejabat kepolisian, perwakilan pemerintah daerah, hingga unsur lintas instansi berkumpul dalam satu meja koordinasi.
Topik yang dibahas bukan sekadar rutinitas tahunan menjelang Lebaran, melainkan perubahan pola perjalanan masyarakat yang mulai bergerak lebih awal untuk mudik.
Polda Kalbar menilai fenomena ini menjadi sinyal penting yang tidak boleh diabaikan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya arus mudik umumnya terjadi pada H-7 hingga H-5 Idulfitri, kini sebagian warga sudah mulai melakukan perjalanan jauh sebelum periode tersebut.
Rakor dipimpin langsung Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto didampingi Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Hindarsono, serta dihadiri para pejabat utama Polda Kalbar.
Pipit mengatakan, dinamika pengamanan Idulfitri tahun ini membutuhkan kewaspadaan lebih. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perubahan waktu mudik masyarakat.
“Momentum Idulfitri 1447 Hijriah tahun ini memiliki tantangan yang berbeda. Kita tidak boleh menganggap situasi ini biasa saja karena adanya pengaruh dinamika global yang berdampak pada situasi kamtibmas lokal,” ujarnya.
Menurut Pipit, pola mudik masyarakat kini tidak lagi terpaku pada H-7 atau H-5 Lebaran. Sebagian warga bahkan telah melakukan perjalanan lebih awal. “Pola waktu mudik masyarakat kini telah berubah. Banyak yang sudah bergerak lebih awal,” katanya.
Karena itu, ia meminta kesiapan personel pengamanan di lapangan dimajukan. Pengawasan di jalur rawan kecelakaan, dan kemacetan juga akan diperketat.
“Fokus utama kita dalam Operasi Ketupat Kapuas nanti adalah melayani pemudik agar perjalanan mereka aman, lancar, dan berkesan,” tegasnya.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya sinergi lintas instansi dalam pengamanan Lebaran. Ia menilai koordinasi harus tetap berjalan meskipun sebagian layanan perkantoran mulai tutup menjelang libur Idulfitri.
“Agar seluruh jajaran memperkuat sinergitas lintas instansi. Meskipun beberapa layanan administrasi perkantoran mulai tutup menjelang libur Lebaran, koordinasi terkait penjagaan ketertiban umum harus tetap berjalan tanpa celah,” kata Pipit.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal menyinkronkan berbagai data teknis lintas sektor. Mulai dari kesiapan infrastruktur jalan, ketersediaan bahan pangan, hingga titik-titik pengamanan objek vital.
“Rakor lintas sektoral ini adalah wujud komitmen Polda Kalbar dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat saat perayaan hari besar keagamaan,” ujarnya.
Menurut Bambang, melalui koordinasi tersebut seluruh instansi terkait menyatukan persepsi agar strategi pengamanan di lapangan dapat berjalan maksimal.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebih awal untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dan memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan,” katanya.
Ia menambahkan seluruh jajaran Polri di Kalbar hingga tingkat polsek telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan optimal selama masa mudik Lebaran. “Tujuannya agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” pungkasnya.(*/r)
Editor : Hanif