Di tengah Ramadan, kepedulian sering hadir dalam bentuk sederhana. Seperti pakaian layak pakai yang dibagikan, menjadi cara berbagi agar kebahagiaan hari raya dapat dirasakan lebih banyak orang.
RAMSES TOBING, Kubu Raya
Pagi itu suasana di halaman Masjid Jami Nurul Muslimin, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya mulai ramai. Di bawah tenda sederhana yang dipasang di sisi halaman masjid, warga tampak berdatangan satu per satu.
Sebagian berjalan kaki, sebagian lagi datang menggunakan sepeda motor. Mereka langsung mendekati meja-meja yang dipenuhi tumpukan pakaian layak pakai. Sesekali terdengar percakapan ringan antarwarga yang saling menunjukkan pakaian yang dianggap masih bagus dan cocok dipakai.
Di beberapa sudut tenda, pengurus PD Salimah Kubu Raya terlihat sibuk menata pakaian. Ada yang melipat kemeja, merapikan gamis, hingga menggantung pakaian anak-anak agar lebih mudah dilihat pengunjung. Warga yang datang tampak memilih dengan teliti.
Ada yang mencoba mencocokkan ukuran, ada pula yang meminta bantuan pengurus untuk mencari pakaian yang sesuai. Bazar murah tersebut menyediakan berbagai jenis pakaian dengan harga mulai Rp5.000.
Bazar murah ini menjadi salah satu cara PD Salimah Kubu Raya membantu warga memenuhi kebutuhan selama Ramadan. Kegiatan tersebut digelar di halaman Masjid Jami Nurul Muslimin pada Sabtu (7/3).
Ketua PD Salimah Kubu Raya, Iffah Kurniyawati, mengatakan bazar murah merupakan program tahunan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan. Persiapannya dilakukan jauh sebelum bulan puasa tiba dengan mengumpulkan donasi pakaian dari pengurus maupun masyarakat yang ingin berbagi.
Menurut dia, kegiatan ini dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Selain kebutuhan bahan pokok, banyak warga juga membutuhkan pakaian yang layak dipakai, terutama menjelang Hari Raya.
“Ramadan itu kebutuhan sembako meningkat. Selain itu, banyak orang juga ingin memakai baju baru, tetapi tidak semua mampu membeli. Maka pakaian layak pakai di bazar ini menjadi solusi bagi mereka,” kata Iffah saat diwawancarai Pontianak Post, siang kemarin.
Ia menjelaskan, pakaian yang dijual di bazar berasal dari donasi para pengurus dan masyarakat. Sebelum dipajang, seluruh barang terlebih dahulu disortir untuk memastikan kondisinya masih layak digunakan.
“Kami menerima donasi dari teman-teman pengurus dan masyarakat. Namun semuanya kami sortir secara ketat agar yang dijual memang masih bagus dan layak pakai,” ujarnya.
Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Pakaian dijual mulai Rp5.000, Rp10.000 hingga paling mahal Rp15.000. Bahkan sebagian barang juga dibagikan secara gratis kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Selain pakaian, bazar juga menyediakan beberapa kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan gula pasir. Kehadiran dua bahan pokok tersebut turut membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
Kegiatan bazar biasanya berlangsung sejak pukul 07.00 hingga sekitar pukul 10.00. Pengurus Salimah bersama warga sekitar masjid terlibat langsung dalam pelaksanaannya, mulai dari menyiapkan barang hingga melayani pembeli.
Iffah menambahkan, hasil dari bazar tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan organisasi, tetapi juga digunakan untuk mendukung program sosial yang dijalankan Salimah.
“Kami menggunakan hasil bazar ini untuk membantu program bantuan anak yatim dan dhuafa,” katanya.
Program santunan tersebut disalurkan melalui kegiatan kuliah duha yang juga dilaksanakan selama Ramadan. Pada tahun ini, PD Salimah Kubu Raya menyalurkan bantuan kepada 37 anak yatim dan dhuafa.
Bagi warga sekitar, bazar murah tersebut bukan sekadar tempat membeli pakaian dengan harga terjangkau. Di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan, kegiatan ini menjadi ruang berbagi yang mempertemukan kepedulian pengurus dan masyarakat. (**)
Editor : Hanif