Relawan Gen Z Pontianak menggelar kegiatan ngabuburit bersama anak-anak disabilitas netra dari LPAI Sahabat Netra Ar-Rahmah. Kegiatan tersebut diisi dengan aktivitas seru berupa pembuatan papan nama kamar menggunakan huruf braille.
SITI SULBIYAH, Pontianak
Suasana sore itu terasa berbeda. Tangan-tangan kecil bergerak hati-hati menyentuh potongan huruf, meraba titik-titik timbul yang tersusun rapi. Sesekali terdengar tawa, sementara beberapa relawan membantu membacakan huruf satu per satu.
Puluhan anak disabilitas netra dari LPAI Sahabat Netra Ar-Rahmah tampak antusias membuat papan nama kamar menggunakan huruf braille. Kegiatan ini menjadi bagian dari aktivitas ngabuburit yang digelar Relawan Gen Z Pontianak pekan lalu.
Di hadapan mereka, berbagai bahan kerajinan telah disiapkan. Anak-anak menyusun huruf alfabet, menambahkan tulisan braille, lalu menghias papan tersebut dengan beragam ornamen. Papan nama itu nantinya akan ditempel di depan kamar masing-masing.
“Kita hari ini membuat papan nama untuk kamar yang nantinya ditempel di depan kamar, menggunakan huruf alfabet dan huruf braille, lalu dihias,” kata Ketua Relawan Muda Pontianak, Amalia.
Bagi anak-anak Sahabat Netra Ar-Rahmah, kegiatan ini bukan sekadar aktivitas menunggu waktu berbuka puasa. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan, mulai dari meraba titik-titik braille hingga menata dekorasi pada papan nama yang mereka buat sendiri.
Para relawan pun tidak kalah antusias. Sebagian dari mereka baru pertama kali belajar mengenal huruf braille secara langsung. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka mencoba memahami pola titik-titik yang menjadi bahasa baca bagi penyandang disabilitas netra.
Amalia mengatakan, kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk mengisi waktu ngabuburit selama Ramadan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi para relawan. “Melalui kegiatan ini, teman-teman volunteer juga bisa belajar bahasa braille. Jadi, selain membantu adik-adik membuat papan nama kamar, kami juga ikut belajar,” ujarnya.
Cinta, salah satu relawan, tampak membantu seorang anak menyusun huruf pada papan kecil. Ia mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Sejak lama, ia tertarik mengikuti aktivitas kerelawanan, terutama yang memberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak disabilitas netra.
“Saya memang tertarik dengan kegiatan volunteer. Saya juga ingin berinteraksi langsung dengan anak-anak disabilitas netra. Kebetulan komunitas mengadakan kegiatan ini, jadi saya langsung ikut supaya bisa belajar dari mereka,” katanya.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen Ramadan yang berkesan bagi para relawan maupun anak-anak disabilitas netra. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat untuk terus belajar bersama. (**)
Editor : Hanif