Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemkot Pontianak Siapkan Anggaran Rp20 Miliar, Lanjutkan Pembangunan Waterfront Segmen Gang Kamboja–H. Mursyid

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 2 April 2026 | 10:43 WIB
WAJAH KOTA: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau kawasan tepian Sungai Kapuas saat blusukan di lokasi rencana lanjutan pembangunan waterfront segmen Gang Kamboja–Gang H. Mursyid di Pontianak.
WAJAH KOTA: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau kawasan tepian Sungai Kapuas saat blusukan di lokasi rencana lanjutan pembangunan waterfront segmen Gang Kamboja–Gang H. Mursyid di Pontianak.

Pembangunan waterfront kembali dilanjutkan sebagai langkah memperkuat wajah Kota Pontianak. Juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di tepian Sungai Kapuas.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Deretan rumah warga yang menghadap Sungai Kapuas, perahu-perahu yang lalu-lalang di aliran sungai, serta angin yang berembus dari permukaan air menjadi pemandangan khas di tepian Kota Pontianak. Kawasan ini selama bertahun-tahun menjadi ruang hidup masyarakat sekaligus wajah alami kota.

Untuk menata kawasan tepian sungai agar lebih rapi, nyaman, dan menarik sebagai ruang publik, Pemerintah Kota Pontianak kembali melanjutkan pembangunan kawasan waterfront. Pembangunan lanjutan pada 2026 akan difokuskan pada segmen Gang Kamboja hingga Gang H. Mursyid. Proyek ini menjadi bagian dari strategi memperkuat wajah kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tepian Sungai Kapuas.

Proyek ini dirancang sebagai pekerjaan multiyears selama tiga tahun dengan dukungan anggaran tahap awal sebesar Rp20 miliar yang bersumber dari APBD Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan proyek tersebut merupakan kelanjutan program penataan waterfront yang telah dirintis sejak 2014.

Baca Juga: Apindo Pontianak Nilai Kebijakan WFH ASN Tidak Efektif Tekan Konsumsi BBM Nasional

“Kita akan melanjutkan pembangunan waterfront karena ini menjadi program kota yang sudah dirintis sejak lama. Jadi harus terus kita lanjutkan, walaupun bertahap, karena ini akan menampilkan wajah Kota Pontianak,” ujarnya, Rabu (1/4).

Ia menjelaskan, konsep pembangunan waterfront tersebut akan memiliki kemiripan dengan kawasan yang telah ditata di Parit Besar, namun tetap menghadirkan elemen baru yang lebih unik, ramah lingkungan, serta tidak meninggalkan kearifan lokal.

“Nanti akan ada bentuk-bentuk yang unik, instagramable, ramah lingkungan, dan tetap menampilkan kekhasan lokal. Misalnya ada tempat Meriam Karbit, spot rekreasi, olahraga, dan menyatu dengan taman yang akan dibangun di bawah Jembatan Duplikasi Kapuas I,” jelasnya.

Edi menambahkan, saat ini pihaknya masih berada pada tahap rapat teknis. Sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak akan segera dilakukan, termasuk terkait penataan bangunan yang berada di luar garis sempadan sungai.

Ia menyebut secara umum tidak banyak lahan yang harus dibebaskan. Namun, kemungkinan ada kompensasi perbaikan bagi bangunan atau aset warga yang terdampak penataan.

Baca Juga: WFH Mulai Berlaku di Kalbar, ASN Sambut Positif Kebijakan Efisiensi dan Transformasi Kerja

“Kalau ada yang terdampak, nanti ada kompensasi perbaikan sesuai desain yang sudah kita rencanakan. Jadi kita ingin penataannya tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Wali Kota menegaskan pembangunan waterfront ini diharapkan memberi dampak luas bagi kota, mulai dari penguatan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, hingga penciptaan lapangan kerja. Karena itu, ia berharap dukungan tidak hanya berasal dari APBD kota, tetapi juga dari APBD provinsi dan APBN.

“Kita ingin ini tuntas. Tidak hanya mengandalkan APBD kota, tapi juga berharap ada dukungan dari provinsi dan pusat. Karena Sungai Kapuas ini juga berada di bawah kewenangan balai besar,” terang Edi.

Ia mengungkapkan rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Kapuas, DPR RI, khususnya Komisi V, serta kementerian terkait. Respons yang diterima sejauh ini cukup baik, meski tetap terkendala efisiensi dan pengurangan anggaran di tingkat pusat.

Edi juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Pemerintah kota, katanya, akan menyiapkan desain yang aman dan tahan terhadap kerusakan, termasuk kemungkinan pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis.

Baca Juga: Pemerintah Dorong WFH Sektor Swasta, Pastikan Gaji dan Hak Pekerja Tetap Utuh

“Kita berharap seluruh masyarakat ikut menjaga aset yang sudah dibangun. Tanpa kerja sama, akan sulit menjaga infrastruktur itu tetap baik. Karena itu, kita desain agar aman, tidak mudah dirusak, tidak mudah dicuri, dan tetap nyaman dimanfaatkan bersama,” pungkasnya. (iza/r)

Editor : Hanif
#Ekonomi #pembangunan #waterfront #pemkot pontianak #kota pontianak