Komunitas Seni Serahkan Naskah Akademik ke Menbud Fadli Zon: Menggambar Ingin Punya Bulan Nasional, Diusulkan pada Mei

Hanif • Dipublikasikan Sabtu, 4 April 2026 | 11:59 WIB
SERAHKAN NASKAH AKADEMIK: Perwakilan Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar menyerahkan naskah akademik usulan penetapan Mei sebagai Bulan Indonesia Menggambar kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam audiensi di Jakarta, Jumat (28/3). (ISTIMEWA)
SERAHKAN NASKAH AKADEMIK: Perwakilan Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar menyerahkan naskah akademik usulan penetapan Mei sebagai Bulan Indonesia Menggambar kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam audiensi di Jakarta, Jumat (28/3). (ISTIMEWA)

Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar mengusulkan penetapan Mei sebagai Bulan Indonesia Menggambar kepada Menteri Kebudayaan. Inisiatif ini diharapkan memperkuat literasi visual sekaligus mendorong gerakan menggambar nasional yang melibatkan ratusan komunitas di seluruh Indonesia.

BUDI KURNIAWAN, Pontianak

PRAKTIK menggambar yang selama ini menjadi bagian dari dunia seni dan pendidikan kini diperjuangkan untuk memperoleh pengakuan nasional. Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar mengusulkan agar bulan Mei ditetapkan sebagai Bulan Indonesia Menggambar atau Bulan Menggambar Nasional.

Usulan tersebut disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui penyerahan naskah akademik pada 28 Maret 2026. Inisiatif ini menjadi langkah awal untuk mendorong pengakuan negara terhadap praktik menggambar sebagai bagian penting dari ekosistem kebudayaan Indonesia.

Presiden Indonesia Raya Menggambar, EdoPop, menjelaskan bahwa menggambar bukan sekadar keterampilan teknis seni rupa, tetapi memiliki dimensi edukatif, historis, psikologis, hingga sosial budaya.

Secara historis, praktik menggambar di Indonesia memiliki akar panjang. Jejaknya dapat ditelusuri sejak masa prasejarah melalui temuan lukisan gua di berbagai wilayah Nusantara seperti di Kalimantan dan Sulawesi.

Lukisan-lukisan tersebut menjadi bukti bahwa menggambar telah lama menjadi cara manusia Nusantara berkomunikasi, merekam pengalaman, serta membangun sistem pengetahuan dan kepercayaan.

Dalam dunia pendidikan modern, menggambar juga terbukti membantu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, kreativitas, serta keterampilan motorik halus. Aktivitas ini juga menjadi media ekspresi emosional yang membantu individu mengelola perasaan dan membangun kesadaran diri.

Alasan Memilih Bulan Mei

Pemilihan bulan Mei sebagai Bulan Indonesia Menggambar didasarkan pada berbagai momentum penting bangsa. Bulan tersebut beririsan dengan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), Hari Perpustakaan Nasional (17 Mei), dan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei).

Selain itu, Mei juga berkaitan dengan peringatan kelahiran pelukis modern Indonesia, Raden Saleh Syarif Bustaman.

Momentum tersebut dinilai memperkuat posisi menggambar sebagai praktik lintas disiplin yang menghubungkan pendidikan, budaya, dan semangat kebangsaan.

Gagasan Bulan Indonesia Menggambar sebenarnya telah tumbuh dari gerakan komunitas sejak 2022. Komunitas yang tergabung dalam Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar secara konsisten menyelenggarakan kegiatan menggambar serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan tersebut meliputi pameran, workshop, kelas edukasi, hingga aktivasi ruang publik melalui praktik menggambar yang melibatkan masyarakat luas.

Gerakan ini menunjukkan bahwa menggambar bukan hanya milik kalangan seniman, melainkan telah berkembang menjadi praktik budaya yang inklusif dan partisipatif.

 

Audiensi dengan Menteri Kebudayaan

Sebagai bagian dari advokasi kebijakan, Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar juga melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.

Dalam pertemuan tersebut, tim penggagas menyampaikan landasan akademik sekaligus potensi gerakan menggambar sebagai bagian dari penguatan budaya visual nasional.

Audiensi tersebut dihadiri oleh EdoPop sebagai Presiden Indonesia Raya Menggambar, Syamsul Barry dan Hajar Pamadhi sebagai tim perumus naskah akademik, serta Dio Pamola yang bertindak sebagai kurator Pameran Seni Gambar Nasional 2026.

 

Pameran Nasional Libatkan 303 Komunitas

Dalam pertemuan itu juga disampaikan rencana penyelenggaraan Pameran Nasional Indonesia Menggambar 2026 yang akan melibatkan 303 komunitas dari berbagai daerah.

Pameran tersebut direncanakan berlangsung pada pertengahan Mei 2026 di Galeria RJ Katamsi, Yogyakarta.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan lintas komunitas, lintas generasi, serta lintas pendekatan dalam praktik menggambar di Indonesia.

 

Literasi Visual di Era Digital

Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar menilai bahwa di tengah perkembangan teknologi digital, Internet of Things, kecerdasan buatan, hingga realitas virtual dan augmented reality, kemampuan literasi visual menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

Menggambar dipandang sebagai fondasi penting dalam memahami dan membentuk budaya visual masa kini dan masa depan.

Menteri Kebudayaan menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut dan menilai gerakan menggambar memiliki potensi besar untuk memperkuat literasi visual masyarakat sekaligus memperluas akses berkesenian.

Naskah akademik yang diajukan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme kajian yang berlaku di Kementerian Kebudayaan. (r/*)

Editor : Hanif
Bulan Menggambar Nasional kementerian kebudayaan fadli zon nusantara usulan