Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dari Kaki Gunung Rinjani Sembalun ke Cangkir, Strategi Acibara Coffee Tarik Pecinta Kopi

Basilius Andreas Gas • Rabu, 8 April 2026 | 20:13 WIB
Pengunjung menikmati sajian kopi berbahan biji kopi Sembalun di ajang Lombok Coffee Week 2026.
Pengunjung menikmati sajian kopi berbahan biji kopi Sembalun di ajang Lombok Coffee Week 2026. (Foto : Lombok Post)

PONTIANAK POST – Industri kopi di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kota Mataram, kini mengalami pergeseran. Tidak lagi hanya berfokus pada racikan minuman, tetapi juga pada pengendalian mutu secara menyeluruh dari proses awal hingga penyajian. Hal ini diperlihatkan Acibara Coffee dalam ajang Epic Lombok Coffee Week 2026 di Lombok Epicentrum Mall, pekan lalu.

Di balik berbagai menu kreatif yang disuguhkan, Acibara Coffee mengandalkan biji kopi berkualitas tinggi sebagai kekuatan utama. Biji kopi tersebut berasal dari kebun milik sendiri yang berada di kawasan Sembalun, Lombok Timur.

Sembalun adalah sebuah kawasan dataran tinggi yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Wilayah ini terletak di kaki Gunung Rinjani dan dikenal sebagai salah satu sentra pertanian serta perkebunan di Pulau Lombok.

Sembalun memiliki tanah yang subur dan iklim sejuk, sehingga cocok untuk budidaya berbagai komoditas, termasuk kopi, sayuran, dan buah-buahan. Selain itu, kawasan ini juga terkenal sebagai destinasi wisata alam, terutama sebagai pintu pendakian menuju Gunung Rinjani.

Owner Acibara Coffee, Ibnu Sofyan, menegaskan bahwa keunggulan produknya terletak pada kontrol kualitas sejak tahap budidaya.

"Kami memiliki dua jenis kopi Sembalun unggulan, yaitu Arabica dan Robusta. Untuk varietas Arabica, kami menanamnya sendiri di kebun kami di Sembalun. Stoknya sangat mencukupi dan pelanggan sangat menyukainya karena memiliki flavor yang unik," jelas Ibnu, dilansir Lombok Post, Jawa Pos Grup (7/4).

Selain proses penanaman, tahap pascapanen juga menjadi perhatian utama. Pada kopi Robusta Sembalun, Acibara menerapkan teknik long fermentation (fermentasi panjang). Metode ini menjadi ciri khas yang menghasilkan cita rasa lebih kompleks dan kuat, sekaligus mengubah pandangan bahwa Robusta cenderung memiliki rasa yang monoton.

Tidak hanya menampilkan kopi hasil kebun sendiri, Acibara juga menghadirkan kopi impor premium jenis Colombia Geisha sebagai bagian dari strategi edukasi. Konsumen diberi kesempatan membandingkan kualitas kopi lokal dengan kopi kelas dunia.

“Kami menjual beans impor Colombia Geisha di kisaran Rp 185 ribu hingga Rp 300 ribu per 100 gram,” jelasnya.

Dengan dukungan bahan baku berkualitas, Acibara turut memperkenalkan berbagai menu yang sedang tren di kota besar dan pasar internasional, seperti Dirty Magic dan Montblanc. Menu kekinian tersebut mendapat sambutan hangat dari pengunjung yang ingin merasakan tren kopi global tanpa harus keluar dari Lombok.

Meski demikian, menu klasik berbahan kopi lokal tetap menjadi favorit. Americano Apple dan Kopi Susu Acibara masih menjadi produk terlaris, menunjukkan bahwa kopi Sembalun hasil produksi sendiri memiliki daya tarik tersendiri di kalangan konsumen.

Keberhasilan Acibara Coffee dalam mengelola proses produksi dari kebun hingga menjadi minuman siap saji dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM. Penguasaan sektor hulu dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat identitas merek di tengah persaingan yang semakin ketat. (*/bas)

 

Editor : Basilius Andreas Gas
#lombok timur #kopi #rinjani #mataram #sembalun