PONTIANAK POST - Warga Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akhirnya bisa bernapas lega setelah aliran Kali Jajar Lama yang selama ini kerap tersumbat sampah berhasil dibersihkan. Sebanyak 619,77 kilogram sampah plastik diangkat dalam aksi bersih sungai yang melibatkan ratusan relawan.
Salah satu warga, Suwarto, mengaku kondisi sungai kini jauh lebih lancar dibanding sebelumnya. “Alhamdulillah, aliran sungai bisa kembali mengalir. Biasanya mampet karena terhalang sampah,” ujarnya, Selasa (29/4) dilansir Jawa Pos.
Kegiatan tersebut dipimpin trio pendiri Sungai Watch, yakni Gary Bencheghib, Kelly Bencheghib, dan Sam Bencheghib, bersama sekitar 500 peserta. Aksi ini merupakan bagian dari kampanye Run for Rivers yang turut didukung Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, BPBD, TNI, Polri, pelajar, serta masyarakat setempat.
Baca Juga: Dari Dapur ke Lingkungan, Warga Tanjung Sekayam Belajar Mengelola Sampah
Dalam waktu sekitar satu jam, sungai selebar lima meter tersebut berhasil dibersihkan dari tumpukan sampah. Selain plastik, material lain seperti kayu, bambu, hingga pelepah pisang juga ditemukan menghambat aliran air. “Nanti akan dikeringkan untuk digunakan warga sebagai bahan bakar,” kata Suwarto.
Kepala DLH Grobogan, Heru Dwi Cahyono, menilai kegiatan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Bule datang jauh dari Prancis saja mau bersihkan sampah. Maka, kita jangan mau kalah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini agar mereka lebih peka terhadap kondisi sekitar.
Baca Juga: Usai Demo Gubernur Kalimantan Timur, 130 Petugas Berpacu Bersihkan Sisa Sampah
Di sela kegiatan, Gary Bencheghib juga menyemangati peserta dengan gaya santai dan humoris saat memimpin apel sebelum aksi dimulai. “Sebelum terlambat, ayo kita nyemplung bareng. Sing ora iso ora popo (yang tidak bisa tidak masalah),” ucapnya, disambut tawa peserta.
Gary mengaku keprihatinannya terhadap persoalan sampah plastik semakin besar setelah lama tinggal di Bali, yang kerap terdampak fenomena “ombak plastik”. Sampah yang terbawa arus laut itu mencemari kawasan pesisir seperti Jimbaran, Kuta, hingga Kedonganan, serta merusak ekosistem dan pariwisata.
“Setelah kami teliti, mayoritas sampah berasal dari wilayah Jawa,” ungkapnya.
Melalui kampanye Run for Rivers, ia mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tidak membuang sampah ke sungai. Ia juga mendorong pemerintah daerah lebih serius dalam pengelolaan sampah karena isu tersebut berdampak luas hingga skala global.
Rencananya, tim Sungai Watch juga akan bertemu dengan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, guna membahas isu pengelolaan sampah. Selain itu, mereka dijadwalkan menggelar kegiatan Fun Run 5K bersama komunitas lari sebagai bagian dari kampanye pelestarian sungai. (*)
Editor : Basilius Andreas Gas