PONTIANAK POST - Pemerintah meresmikan jembatan gantung di kawasan DAM Santong, Lombok Utara, yang selama ini dinantikan warga sebagai solusi keterbatasan akses antarwilayah. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Peresmian dilakukan oleh Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, di tengah antusiasme warga yang selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan akses. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus memutar jauh atau bahkan menyeberangi sungai dengan risiko tinggi untuk membawa hasil kebun maupun menjalankan aktivitas harian.
Baca Juga: Akses Terputus, Warga Kayong Utara Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat akibat Jalan Rusak
Kini, jembatan gantung DAM Santong tidak hanya menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan warga. “Dengan adanya jembatan ini, masyarakat lebih mudah membawa hasil pertanian sehingga dapat meningkatkan perekonomian,” ujar Najmul.
Ia menambahkan, infrastruktur tersebut memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah yang sebelumnya tergolong terisolasi. Kemudahan akses dinilai menjadi faktor penting bagi masyarakat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.
Baca Juga: Infrastruktur Jadi Prioritas, Sintang Targetkan Perbaikan Jalan dan Jembatan Mulai 2027
Berbagai komoditas seperti durian, pisang, kopi, kakao, hingga porang yang sebelumnya sulit didistribusikan, kini dapat diangkut dengan lebih cepat dan aman.
Salah satu warga, Rahman, mengaku jembatan ini sangat membantu aktivitas sehari-hari. Selama ini, warga harus menempuh jarak lebih jauh atau menyeberangi sungai untuk membawa hasil kebun.
Selain sektor ekonomi, manfaat jembatan juga dirasakan dalam bidang pendidikan. Anak-anak yang sebelumnya harus menghadapi arus sungai kini dapat menyeberang dengan lebih aman untuk menuju sekolah.
Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat dengan total anggaran mencapai Rp 11 miliar. Selain pembangunan jembatan, anggaran itu juga mencakup program Pamsimas, Sanimas, bantuan rumah tidak layak huni, pembangunan irigasi, serta jalan penghubung antar desa di Lombok Utara. (*)
Editor : Basilius Andreas Gas