Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Polemik LCC Kalbar Berakhir: MPR Batalkan Tanding Ulang, Angkat Ocha Jadi Duta

Idil Aqsa Akbary • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:13 WIB
Josepha Alexandra Roxa Potifera (Ocha) dan sang ayah, Andre Kuncoro, setibanya mereka di VIP Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5) dari Jakarta.
Josepha Alexandra Roxa Potifera (Ocha) dan sang ayah, Andre Kuncoro, setibanya mereka di VIP Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5) dari Jakarta.

Polemik final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar berakhir tanpa tanding ulang setelah SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas kompak menolak pertandingan ulang. Di tengah kontroversi nasional itu, sosok Ocha justru diangkat menjadi simbol keberanian pelajar menyampaikan kritik secara santun dan argumentatif.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI resmi membatalkan rencana final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah menerima penolakan dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

Keputusan itu diambil dalam rapat pimpinan MPR RI dan disebut telah menjadi kesepakatan seluruh fraksi. MPR memilih mengikuti sikap kedua sekolah yang sama-sama menilai pertandingan ulang tidak perlu dilaksanakan.

“Hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini,” kata Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Baca Juga: MPR Bantah Juri LCC Kalbar Berpihak, Sebut Ada Kendala Teknis Suara Saat Babak Rebutan

MPR sebelumnya sempat memutuskan menggelar final ulang usai polemik kesalahan penilaian pada babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar viral di media sosial dan memicu perhatian nasional.

Namun dalam perkembangannya, dua finalis utama justru mengambil sikap berbeda terhadap wacana tanding ulang. SMAN 1 Pontianak memilih mundur, sedangkan SMAN 1 Sambas secara tegas menolak pertandingan ulang. Sementara SMAN 1 Sanggau sebelumnya menyatakan siap kembali bertanding apabila final ulang tetap dilaksanakan.

Abraham mengatakan pihak MPR RI telah bertemu langsung dengan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas pada pekan lalu untuk mendengar sikap masing-masing sekolah. Menurutnya, keputusan kedua sekolah diterima dengan baik.

Di tengah polemik tersebut, nama Josepha Alexandra Roxa Potifera atau Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral karena keberaniannya menyampaikan protes kepada dewan juri, justru mendapat perhatian luas publik.

 

Ocha Diangkat jadi Duta Lomba

Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, mengatakan Ocha akan diangkat menjadi Duta Lomba Cerdas Cermat MPR RI.

Baca Juga: Pernyataan Lengkap Tiga Sekolah Finalis LCC 4 Pilar Kalbar terhadap Adanya Tanding Ulang

“Salah satu aspirasi teman-teman adik Josepha bisa menjadi duta LCC, besok dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut,” ujarnya.

MPR RI juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dalam pelaksanaan lomba tersebut. Ke depan, MPR berjanji melakukan evaluasi terhadap sistem penjurian agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya pikir kami akan mengundang juri yang sesuai aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten dari universitas atau pakar tata negara,” kata Abcandra.

Polemik final LCC Empat Pilar Kalbar sebelumnya bermula saat babak rebutan final yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau di Pontianak.

Kesalahan penilaian dalam sesi rebutan memicu keberatan peserta dan menjadi viral di media sosial setelah respons dewan juri disorot publik. Dua nama juri yang menjadi perhatian warganet yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni.

Baca Juga: PLN Tanamkan Kesadaran Keselamatan Listrik Sejak Dini Lewat Lomba Mewarnai dan Dongeng Interaktif

 

Kedua Sekolah Tolak Lomba

Di tengah derasnya perhatian publik, SMAN 1 Pontianak mengambil keputusan mundur dari tanding ulang demi menjaga kondisi psikologis siswa dan mengakhiri polemik berkepanjangan.

Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, mengatakan pihak sekolah ingin siswa tetap fokus pada pendidikan dan masa depan mereka.

“Kami ingin anak-anak tetap semangat belajar dan tidak terus larut dalam polemik. Fokus utama kami tetap pendidikan dan masa depan mereka,” ujarnya saat menyambut kepulangan tim di Bandara Supadio beberapa waktu lalu.

Sekolah juga menegaskan tidak pernah bermaksud menganulir kemenangan pihak lain, melainkan hanya meminta klarifikasi atas proses penilaian final.

Sementara itu, SMAN 1 Sambas menolak pertandingan ulang karena menilai tim mereka telah mengikuti seluruh mekanisme lomba sesuai aturan yang berlaku.

Dalam pernyataan resminya, sekolah juga menyoroti dampak psikologis yang dialami siswa akibat tekanan opini publik dan serangan media sosial.

Pihak sekolah menyebut tuduhan kecurangan, nepotisme, hingga pengaturan kemenangan telah menyerang siswa, guru, alumni, dan nama institusi pendidikan.

SMAN 1 Sambas meminta penyelenggara memulihkan nama baik sekolah serta menjamin keamanan psikologis siswa sebelum mewakili Kalbar di tingkat nasional.

Polemik tersebut juga memunculkan diskusi luas di media sosial terkait keberanian pelajar menyampaikan pendapat secara argumentatif, budaya kritik di lingkungan pendidikan, hingga dampak cyberbullying terhadap remaja.

Di sisi lain, perhatian publik terhadap Ocha terus mengalir. Selain diusulkan menjadi Duta Empat Pilar Kebangsaan tingkat SLTA di Kalbar, tim LCC SMAN 1 Pontianak juga sempat mendapat tawaran beasiswa kuliah ke China dari anggota MPR RI sekaligus alumni SMAN 1 Pontianak, Rifqinizamy Karsayuda. Meski mendapat perhatian besar, Ocha mengaku ingin kembali fokus belajar dan belum mengambil keputusan terkait tawaran tersebut. (ant/bar)

Editor : Hanif
#lcc empat pilar #tanding ulang LCC #duta lomba #SMAN 1 PONTIANAK #mpr ri