Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Edi Rusdi Kamtono Dorong Kader HMI Jadi Generasi Penentu Indonesia Emas 2045

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 19 Mei 2026 | 11:03 WIB
Wali Kota Pontianak saat menghadai kegiatan HMI Cabang Pontianak. (ISTIMEWA)
Wali Kota Pontianak saat menghadai kegiatan HMI Cabang Pontianak. (ISTIMEWA)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak kader HMI menajamkan nalar dan militansi. Di tengah tekanan global, generasi muda dinilai jadi penentu terwujudnya Indonesia Emas 2045.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

DI Aula Rumah Dinas Wali Kota, malam itu, semangat kaum muda terasa pekat. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, berdiri di hadapan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan satu pesan tegas: masa depan Indonesia tidak lahir dari kebetulan, tetapi dari kesiapan generasi hari ini.

Dalam penutupan Intermediate Training atau Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI tingkat nasional HMI Cabang Pontianak 2026, Minggu (17/5) malam, Edi mengingatkan pentingnya ketajaman intelektual dan keberanian bersikap kritis. “Indonesia Emas 2045 ini terwujud atau tidak, tergantung bagaimana pengelolaan bangsa kita. Kita semua punya peran,” ujarnya.

Ia bahkan menyinggung momentum retret kepala daerah di Magelang yang mempertemukannya dengan 126 kepala daerah alumni HMI. “Artinya tidak sia-sia adik-adik berhimpun sebagai kader HMI untuk terus menyiarkan kemajuan,” katanya, memberi penegasan bahwa proses kaderisasi bukan sekadar seremoni, melainkan investasi kepemimpinan jangka panjang.

Baca Juga: Sekda Kalbar Dorong Kader HMI Kuasai Iptek dan Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Tema kegiatan, *Resonansi Nalar Khatulistiwa HMI Menuju Indonesia Emas 2045*, menurut Edi, bukan sekadar slogan. Di tengah tekanan ekonomi global, konflik di Timur Tengah, fluktuasi harga energi dan kebutuhan pokok, Indonesia menghadapi ujian nyata. Pertumbuhan ekonomi, katanya, menjadi penopang utama agar visi besar 2045 tetap berada di jalurnya.

Namun tantangan tak hanya datang dari geopolitik. Era digital dan media sosial, lanjutnya, menjadi pisau bermata dua. Arus informasi yang deras bisa menjadi energi perubahan, tetapi juga memantik kegaduhan bila tak disertai daya kritis. “Kalau kita tidak mampu membaca dan memprediksi keadaan, ini bisa menjadi tantangan,” ujarnya.

Sebagai kepala daerah, Edi mengaku merasakan langsung kompleksitas tata kelola pemerintahan—dari regulasi, keterbatasan anggaran, hingga tingginya ekspektasi publik. Karena itu, ia berharap kader muda tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi turun ke gelanggang pengabdian.

Pontianak dan Kalimantan Barat, katanya, menyimpan potensi besar di sektor perkebunan, pertambangan, industri kreatif, hingga ekonomi digital. Potensi itu menunggu sentuhan generasi yang progresif dan adaptif.

Di ujung sambutannya, Edi menekankan bahwa kekuatan HMI terletak pada militansi kader dan jejaring alumni yang solid lintas daerah.

Baca Juga: Edi Kamtono Sebut AI dan Industri Kreatif Jadi Penopang Ekonomi Masa Depan

“Perjuangan itu tidak selesai sampai di sini. Kita akan terus berkiprah. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi dan semangat untuk terus membangun negeri di semua sektor,” pungkasnya.(*)

Editor : Hanif
#nalar kritis #tantangan global #Indonesia Emas 2045 #Edi Rusdi Kamtono #kader hmi