Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pohon-pohon Kini Punya Identitas Digital: Digulis Ceria, Saat Pohon dan Teknologi Tumbuh Bersama Siswa

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:37 WIB
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Muchammad Yamin menanam pohon secara simbolis. (ISTIMEWA)
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Muchammad Yamin menanam pohon secara simbolis. (ISTIMEWA)

SMP Negeri 8 Pontianak meluncurkan Digulis Ceria, program sekolah hijau berbasis digital yang menggabungkan penghijauan, teknologi QR Code, dan pendidikan karakter demi menumbuhkan generasi peduli lingkungan.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

DI sudut halaman SMP Negeri 8 Kota Pontianak, bibit-bibit pohon endemik dari berbagai penjuru Indonesia mulai ditanam. Namun, pohon-pohon itu tidak hanya tumbuh dengan tanah dan air. Mereka juga akan memiliki identitas digital yang dapat dibaca melalui layar ponsel.

Lewat Program Digulis Ceria (Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School: Ceria, Empati, Religius, Integritas, dan Apresiatif) yang diluncurkan Senin kemarin, sekolah tersebut berupaya memadukan penghijauan dengan teknologi dalam satu ruang belajar yang lebih dekat dengan kehidupan generasi digital.

Setiap pohon yang ditanam nantinya dilengkapi QR Code. Ketika dipindai, siswa dapat mengetahui nama tanaman, jenis, hingga daerah asalnya. Cara belajar pun berubah. Buku pelajaran tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, karena halaman sekolah kini menjelma menjadi laboratorium hidup yang bisa dieksplorasi melalui sentuhan teknologi.

Baca Juga: Libur Sekolah Jadi Momen Orang Tua Berburu Kebutuhan Anak, Pemerintah Bidik Transaksi Rp30 Triliun

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Muchammad Yamin, menilai langkah SMP Negeri 8 menjadi terobosan yang menarik. Ia mengapresiasi sekolah tersebut yang berinisiatif menanam berbagai jenis pohon endemik dari seluruh Indonesia.

“Pemerintah Kota Pontianak cukup bangga karena SMP Negeri 8 menjadi leading sector untuk menanam pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kenyataan dan menjadi mimpi bersama untuk mewujudkan Kota Pontianak yang hijau dan bersih,” ujarnya.

Bagi Yamin, keterbatasan lahan bukan alasan untuk menyerah dalam menghadirkan ruang hijau. Ia mencontohkan banyak kota di dunia yang tetap mampu menjaga keseimbangan lingkungan meski memiliki ruang yang sempit.

“Kota Pontianak memang tidak luas, tetapi bukan berarti tidak bisa hijau,” katanya.

Di tangan para siswa, bibit-bibit dari Papua, Maluku, dan berbagai daerah lain itu menjadi lebih dari sekadar tanaman. Mereka menjadi simbol keberagaman Indonesia sekaligus sarana belajar tentang pentingnya menjaga bumi.

Baca Juga: Kualitas Data Jadi Prioritas Utama dalam Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kalbar

Kepala SMP Negeri 8 Kota Pontianak, Suparji mengatakan, Digulis Ceria dirancang sebagai program digitalisasi lingkungan hijau yang berfokus pada penataan lingkungan sekolah dan pembelajaran di luar kelas.

“Program ini bertujuan membentuk karakter siswa agar mencintai lingkungan sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga keberlanjutan alam,” jelasnya.

Melalui program tersebut, para siswa diajak belajar langsung tentang penghijauan, penanaman pohon, hingga pengembangan tanaman yang mendukung ketahanan pangan. Bagi SMP Negeri 8, pendidikan lingkungan bukan sekadar teori di ruang kelas, melainkan pengalaman nyata yang tumbuh bersama akar-akar pohon dan rasa tanggung jawab terhadap alam.

Digulis Ceria menjadi pengingat bahwa di era digital, teknologi tidak harus menjauhkan anak dari alam. Sebaliknya, teknologi justru dapat menjadi jembatan yang membuat generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan merawat lingkungan tempat mereka bertumbuh. (*)

Editor : Hanif
#sekolah hijau #teknologi #edukasi lingkungan #Identitas digital #pohon