Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemkot Bangun Rumah Warga yang Roboh, Radio Masih Menyala Saat Rumah Ani Ambruk

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 8 Juli 2026 | 12:09 WIB
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan saat mengunjungi rumah warga yang ambruk di tepian Sungai Kapuas.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan saat mengunjungi rumah warga yang ambruk di tepian Sungai Kapuas.

 

Derak kayu memecah keheningan siang di tepian Sungai Kapuas. Rumah sederhana milik Ani roboh seketika, namun ia selamat. Kini, secercah harapan datang setelah Pemkot Pontianak berjanji membangun kembali tempat tinggalnya.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Derak kayu itu datang perlahan. Mula-mula terdengar seperti suara anak-anak yang sedang bermain layang-layang di luar rumah. Namun beberapa detik kemudian, bunyinya semakin keras. Lantai tempat Ani (57) duduk mulai bergeser, tiang-tiang rumah berguncang, lalu bangunan kayu yang selama enam tahun menjadi tempatnya berteduh ambruk begitu saja.

Perempuan yang tinggal seorang diri di Gang Alpokat Indah Jalur 5, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat itu hanya bisa terpaku. Siang itu, Senin (6/7) sekitar pukul 14.00 WIB, ia baru saja selesai memasak. Radio tua di sudut rumah masih mengalunkan siaran ketika musibah datang tanpa tanda.

Baca Juga: Laporan 110 Ungkap Dugaan Penimbunan Pertalite di Pontianak, Puluhan Jerigen Diamankan

"Saya habis masak, lalu duduk sambil mendengarkan radio. Tiba-tiba terdengar bunyi seperti kayu berderak. Awalnya saya kira anak-anak sedang bermain layang-layang. Tetapi bunyinya semakin keras dan bangunan turun (ambruk). Saat itu posisi saya masih dalam keadaan duduk di lantai," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Kejadian berlangsung sangat cepat. Ani tak sempat menyelamatkan banyak barang. Yang tersisa hanyalah rasa syukur karena dirinya berhasil selamat tanpa mengalami cedera.

"Alhamdulillah saya selamat. Saya tinggal sendirian di rumah," ucapnya lirih.

Sejak 2020, rumah sederhana di tepian Sungai Kapuas itu menjadi tempat Ani menjalani hidup seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja serabutan membantu warga berjualan. Penghasilannya tak menentu, tetapi cukup untuk menyambung hidup dan merawat rumah kayu yang kini tak lagi berdiri.

Baca Juga: Listrik Padam Bukan Sekadar Gelap, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai di Rumah

Musibah itu mengundang perhatian Pemerintah Kota Pontianak. Sehari setelah kejadian, Selasa (7/7/2026), Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan datang langsung ke lokasi bersama camat, lurah, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Di sela-sela puing rumah yang berserakan, Bahasan memastikan pemerintah tidak akan membiarkan Ani menghadapi musibah seorang diri.

"Insyaallah rumah ini akan segera diperbaiki melalui Dinas Perkim. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," katanya.

Baca Juga: HUT Ke-67 Mempawah, Harisson Sebut Daerah Ini Siap Jadi Motor Ekonomi Kalbar

Pemerintah juga menawarkan tempat tinggal sementara di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namun Ani memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang masih berada di sekitar lokasi sambil menunggu rumahnya diperbaiki.

Bagi Ani, bantuan itu bukan sekadar soal material bangunan. Di balik puing-puing rumah yang roboh, ia melihat masih ada kepedulian yang datang mengetuk pintu hidupnya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota. Mudah-mudahan selalu diberi kemudahan. Saya berharap rumah saya bisa diperbaiki. Walaupun kecil, yang penting kuat dan aman untuk ditempati," tuturnya.

Bahasan mengatakan, peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa banyak rumah di kawasan bantaran sungai memiliki kondisi bangunan yang mulai rapuh. Karena itu, Pemerintah Kota Pontianak akan mempercepat penanganan rumah Ani sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap bangunan-bangunan yang berada di kawasan rawan.

Baca Juga: Kanwil KemenHAM Ajak Mahasiswa Untan Peduli HAM

Ia meminta masyarakat tidak menunggu sampai musibah terjadi. Jika rumah mulai lapuk, miring, atau fondasinya rusak, warga diminta segera melapor kepada ketua RT, lurah, maupun Dinas Perkim agar dapat segera diperiksa.

"Kami mengharapkan kerja sama masyarakat. Jangan menunggu sampai terjadi musibah. Jika kondisi rumah sudah mengkhawatirkan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti," ujarnya.

Pendataan rumah-rumah di bantaran sungai yang berpotensi roboh juga akan dilakukan sebagai langkah pencegahan. Harapannya, tidak ada lagi kisah serupa yang harus dialami warga lain.(*)

Editor : Hanif
#rumah ambruk #pemkot pontianak #sungai kapuas #Pontianak Barat