Pelibatan orang tua dilibatkan dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi upaya membangun sinergi pendidikan sejak hari pertama anak bersekolah. Hal inilah yang dilakukan Sekolah Alam Terpadu Cerlang Pontianak saat mengenalkan lingkungan sekolah ke murid-murid baru mereka.
SITI SULBIYAH, Pontianak
Pendiri Sekolah Alam Terpadu Cerlang, Sri Wartati mengatakan MPLS di sekolah tersebut dirancang bukan hanya untuk menyambut siswa baru, tetapi juga melibatkan orang tua dalam hampir seluruh rangkaian kegiatan.
“Di Cerlang, MPLS tidak hanya diperuntukkan bagi anak. Justru sebagian besar kegiatannya melibatkan orang tua. Selain memperkenalkan program sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi agar para orang tua saling mengenal,” kata Pendiri Sekolah Alam Terpadu Cerlang, Sri Wartati, saat kegiatan MPLS, Minggu (19/7).
Baca Juga: MPLS Ramah sebagai Momentum Mengawali Perjalanan Belajar
Konsep tersebut berbeda dari pelaksanaan MPLS pada umumnya. Para orang tua diajak ikut ambil bagian dalam berbagai aktivitas yang telah disiapkan. Orang tua dan siswa baru terlebih dahulu saling berkenalan sebelum mengikuti kegiatan bersama yang bertujuan mempererat hubungan antarkeluarga sekaligus menumbuhkan kedekatan dengan lingkungan sekolah.
Pembagian peran dilakukan selama kegiatan berlangsung. Para ayah membentuk beberapa kelompok untuk memasak dan menyiapkan makan siang menggunakan bahan makanan yang dibawa masing-masing anak dari rumah. Sementara itu, para ibu menata perlengkapan belajar di dalam kelas agar ruang belajar siap digunakan ketika kegiatan belajar mengajar dimulai.
Pada saat yang sama, anak-anak dari jenjang PAUD, TK, hingga SD mengikuti beragam aktivitas bermain dan berinteraksi dengan teman-teman baru. Mereka juga dilibatkan dalam menyiapkan potongan buah yang nantinya disajikan sebagai hidangan penutup saat makan bersama.
Nuansa kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati makan saprahan. Menu sederhana seperti telur goreng, tahu, tempe, dan tumis sayuran yang dimasak para ayah disantap bersama oleh guru, siswa, dan orang tua dalam suasana akrab.
Setelah kegiatan makan bersama selesai, para orang tua mengikuti sesi diskusi bersama pihak sekolah. Pertemuan tersebut membahas program pembelajaran yang akan dijalankan selama satu semester, termasuk pola pendampingan yang diharapkan dapat diterapkan keluarga di rumah.
Sri menuturkan, keterlibatan keluarga merupakan salah satu prinsip dasar yang diterapkan dalam sistem pendidikan di Sekolah Alam Terpadu Cerlang. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak dapat hanya mengandalkan peran sekolah semata.
“Guru pertama dan utama bagi anak adalah orang tua dan keluarganya,” ucapnya.
Baca Juga: Dosen Magister Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Dampingi Pengembangan Kelompok Usaha Al-Fatih Makmur
Ia pun menegaskan bahwa sekolah berperan sebagai mitra yang membantu proses pendidikan tersebut. Karena itu, ia pun mendorong orang tua untuk terlibat dalam setiap tahapan perkembangan anak.
Terlebih, kata dia, sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan keluarga sehingga rumah memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kebiasaan, hingga cara berpikir anak ketika menghadapi berbagai persoalan.
“Rumah harus tetap menjadi tempat anak kembali, sedangkan orang tua menjadi pegangan utamanya,” katanya.
Menurut Sri, pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat peran keluarga semakin krusial. Ia memandang keluarga adalah tempat anak memperoleh nilai-nilai kehidupan sekaligus pondasi dalam bertumbuh.
“Di tengah arus teknologi dan informasi yang begitu cepat, anak membutuhkan jangkar yang kokoh. Tanpa keterlibatan orang tua, anak akan lebih mudah terbawa berbagai pengaruh dari luar,” pungkasnya.(*)
Editor : Hanif