PONTIANAK POST - Di tengah derasnya arus informasi digital, surat kabar masih memiliki tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat Kalimantan Barat. Bagi Agus (71), seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), membaca koran bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari perjalanan panjang mengikuti perkembangan daerah dan dunia.
Pria yang menghabiskan sebagian besar masa pengabdiannya sebagai ASN itu mengenang, sejak masih aktif bekerja dirinya telah menjadi pelanggan harian Pontianak Post. Saat itu, koran menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat sekaligus media yang dipercaya untuk menyampaikan berbagai pengumuman penting.
"Saya sudah membaca koran sejak zaman Akcaya. Dari dulu koran menjadi pegangan untuk mengetahui perkembangan daerah, kebijakan pemerintah, hingga berbagai informasi lainnya," ujar Agus, Jumat (24/7).
Menurutnya, perkembangan media cetak di Kalimantan Barat tidak terlepas dari hadirnya Harian Pontianak Post yang kemudian dikenal luas sebagai salah satu surat kabar terbesar di provinsi tersebut. Keberadaan koran tersebut dinilai memberikan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
Semasa masih bertugas sebagai ASN, Agus juga beberapa kali memanfaatkan koran sebagai media publikasi. Salah satunya saat instansinya memasang iklan pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Pada masa itu, surat kabar menjadi media yang paling efektif untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
"Dulu kalau ada pengumuman penerimaan mahasiswa baru atau informasi penting lainnya, biasanya dipasang di koran. Jangkauannya luas dan masyarakat percaya dengan informasi yang dimuat," kenangnya.
Meski saat ini masyarakat semakin akrab dengan internet dan media sosial, Agus menilai media cetak tetap memiliki nilai lebih, terutama dari sisi kredibilitas dan penyajian informasi yang telah melalui proses penyuntingan secara profesional.
Baca Juga: Pontianak Terima Penghargaan OPSI 2025 Atas Inovasi Layanan Publik Baca Meter Mandiri
Ia juga mengapresiasi langkah Harian Pontianak Post yang terus mengikuti perkembangan teknologi. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar media tetap relevan di tengah perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
"Perkembangan zaman memang tidak bisa dihindari. Sekarang orang lebih banyak membaca melalui ponsel. Saya melihat Pontianak Post juga mengikuti perkembangan itu dengan menghadirkan berita di platform digital, sehingga masyarakat bisa tetap memperoleh informasi dengan mudah," katanya.
Bagi Agus, transformasi digital bukan berarti meninggalkan jati diri media cetak. Sebaliknya, perpaduan antara koran dan platform digital menjadi langkah yang tepat untuk menjangkau pembaca dari berbagai generasi.
Ia berharap media lokal terus menjaga kualitas pemberitaan dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan kepentingan publik. Menurutnya, informasi yang dapat dipercaya menjadi kebutuhan masyarakat di tengah melimpahnya arus informasi saat ini.
"Media yang baik adalah media yang tetap memegang teguh etika jurnalistik. Saya berharap Pontianak Post terus menjadi sumber informasi yang dipercaya masyarakat Kalimantan Barat," tutup Agus. (wan)
Editor : Miftahul Khair