Komunitas Insan Bahagia (Xing Fu) kembali menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kepada pasien Dompet Simpatik Pontianak Post. Donasi menjadi harapan baru bagi Dzakiyyah dan pasien lain yang berjuang melawan penyakit.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
DI BALIK perjuangan seorang anak kecil melawan penyakit jantung bawaan, selalu ada tangan-tangan yang memilih untuk tidak tinggal diam. Salah satunya datang dari Komunitas Insan Bahagia (Xing Fu), yang kembali menebarkan kepedulian melalui Dompet Simpatik Pontianak Post.
Komunitas yang selama ini dikenal rutin membantu masyarakat kurang mampu menyerahkan donasi sebesar Rp5 juta untuk mendukung biaya pengobatan Dzakiyyah Nur Hasyfah, balita berusia dua tahun yang harus menjalani operasi jantung di Jakarta. Bantuan itu menjadi secercah harapan bagi keluarga yang tengah berjuang mengumpulkan biaya pengobatan.
Baca Juga: Solidaritas dari Xing Fu untuk Sesama Hangat: Komunitas Mengetuk Pintu Para Lansia
Bagi Dzakiyyah, perjalanan menuju kesembuhan bukanlah perjalanan singkat. Sejak usia dua bulan, putri tunggal pasangan Asari dan Ani Safitri itu kerap mengalami demam, batuk, pilek, serta kesulitan menambah berat badan. Kondisinya semakin mengkhawatirkan ketika bibir dan kuku mulai membiru, hingga pemeriksaan lanjutan memastikan adanya penyakit jantung bawaan.
Ketua Komunitas Insan Bahagia (Xing Fu), Yap Cie Hun, mengatakan pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga, terutama untuk kebutuhan keberangkatan dan pengobatan di Jakarta.
"Kami mendengar kondisi tubuh Dzakiyyah sering membiru dan harus dirujuk ke Jakarta untuk menjalani operasi. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk biaya berobat dan proses kesembuhannya berjalan lancar," ujarnya.
Di balik setiap bantuan yang disalurkan, tersimpan keyakinan bahwa kepedulian sekecil apa pun mampu mengubah kehidupan seseorang. Semangat itulah yang terus dijaga oleh Xing Fu, yang secara konsisten mengunjungi rumah-rumah warga maupun rumah sakit untuk menyerahkan bantuan kepada mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
Baca Juga: Cara Memberikan Bantuan Tanpa Memperburuk Situasi Menurut Ahli Sosiologi
Pengelola Dompet Simpatik Pontianak Post, Silvina, mengapresiasi komitmen komunitas tersebut yang selama ini menjadi salah satu donatur rutin bagi pasien-pasien kurang mampu.
"Terima kasih atas kepedulian Xing Fu. Bantuan ini sangat berarti bagi pasien yang sedang membutuhkan biaya pengobatan. Kami berharap semakin banyak komunitas dan masyarakat yang ikut bergotong royong membantu sesama melalui Dompet Simpatik," tuturnya.
Menurut Silvina, setiap rupiah yang disumbangkan masyarakat bukan sekadar angka, melainkan kesempatan bagi pasien untuk memperoleh obat, menjalani perawatan, hingga membuka harapan hidup yang lebih baik.
Kepedulian Xing Fu juga tidak berhenti pada Dzakiyyah. Dalam pekan yang sama, komunitas tersebut menyalurkan bantuan kepada Sabinus (56), penyandang lumpuh, serta mengunjungi Tipah (81) yang tengah menjalani perawatan di RSUD Soedarso akibat patah tulang karena kecelakaan.
Rangkaian aksi kemanusiaan itu menjadi bukti bahwa empati tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Kadang, ia datang melalui langkah sederhana untuk mengetuk pintu rumah seseorang, menggenggam tangan yang sedang berduka, lalu menghadirkan keyakinan bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.
Di tengah berbagai tantangan hidup, kepedulian seperti yang ditunjukkan Komunitas Insan Bahagia menjadi pengingat bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Kalimantan Barat. Ketika banyak orang memilih berbagi, harapan pun selalu menemukan jalannya.(*)
Editor : Hanif