Polda Kalbar memperkuat pencegahan karhutla melalui edukasi masyarakat dan pengerahan 110 personel ke 14 Polres. Di tengah ancaman kabut asap, ikhtiar lahiriah itu dilengkapi Salat Istiska untuk memohon turunnya hujan.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
DI TENGAH ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum sepenuhnya mereda di Kalimantan Barat, upaya pencegahan dilakukan dari berbagai sisi. Polda Kalbar tidak hanya menyiapkan personel untuk menghadapi titik api, tetapi juga mengirimkan ratusan tenaga edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat.
Pada Kamis (27/8), sebanyak 110 personel dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri tiba di Kalbar untuk menjalankan misi tersebut. Mereka akan disebar ke 14 Polres jajaran Polda Kalbar dan berhadapan langsung dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Kemarau dan Kabut Asap, Umat Islam Kalbar Diajak Salat Istisqa 29 Agustus
Di hari yang sama, langkah pencegahan itu berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual. Jajaran Polda Kalbar menggelar Salat Istiska di Lapangan Jananuraga, memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kabut asap akibat karhutla dapat teratasi.
Tim Edukasi Pencegahan Karhutla Lemdiklat Polri memiliki komposisi yang beragam. Mereka terdiri dari 68 mahasiswa S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), tujuh Serdik Sespimma Polri, 29 Serdik Setukpa Polri, empat perwira menengah Bareskrim Polri, serta dua perwira pendamping.
Para personel tersebut akan berkoordinasi dengan 14 Polres jajaran untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan. Edukasi diarahkan pada bahaya karhutla, dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, hingga risiko membuka lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga akan didorong untuk ikut menjaga lingkungan serta segera melaporkan keberadaan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Baca Juga: Bapperida Kalbar dan UNU Perkuat Kolaborasi Riset untuk Dukung Pembangunan Daerah
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan, pencegahan tidak dapat hanya dilakukan setelah api muncul. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menekan potensi karhutla.
“Pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul. Yang paling penting adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta ikut menjaga lingkungan di sekitarnya,” ujar Bambang.
Menurutnya, penyebaran Tim Edukasi Lemdiklat Polri ke seluruh Polres diharapkan membuat pesan pencegahan lebih dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Kasus ISPA di Mempawah Capai 17.107, Dinkes Ungkap Kondisi Terbaru di Tengah Kabut Asap
Bambang mengajak warga tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan kebakaran atau titik api, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas atau menghubungi Call Center Polri 110.
Upaya menghadapi karhutla tidak berhenti pada edukasi dan kesiapsiagaan personel. Pada Kamis pagi, PJU, personel Polri, dan PNS jajaran Polda Kalbar yang beragama Islam mengikuti Salat Istiska di Lapangan Jananuraga.
Salat tersebut digelar setelah Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”. Bagi jajaran Polda Kalbar, ibadah itu menjadi ikhtiar batiniah di tengah kondisi cuaca yang masih membutuhkan hujan untuk membantu mengatasi kabut asap.
“Salat Istiska ini merupakan bentuk ikhtiar batiniah kita bersama, melengkapi upaya lahiriah yang sedang dijalankan oleh jajaran kepolisian dan instansi terkait di lapangan,” kata Bambang.
Ia berharap doa tidak hanya datang dari lingkungan kepolisian. Masyarakat Kalbar juga diajak bersama-sama memohon agar hujan turun dan kondisi kabut asap segera membaik.
“Kami juga mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kalbar. Semoga kita mendapat rahmat dari Allah SWT dengan turunnya hujan di Kalbar. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” pungkasnya.(*)
Editor : Hanif