I Made Junetra resmi menyerahkan kepemimpinan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak kepada Budiono. Selama hampir empat tahun memimpin SAR Pontianak, Junetra bersama personelnya terlibat dalam berbagai operasi pencarian dan pertolongan.
SITI SULBIYAH, Pontianak
MENCARI korban tenggelam, menyusuri jejak orang hilang, hingga menemukan helikopter yang hilang di kawasan perbukitan menjadi bagian dari perjalanan I Made Junetra selama memimpin Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak.
Sejak 2023 hingga 2026, Junetra memimpin personel SAR Pontianak dalam berbagai operasi pencarian dan pertolongan. Setiap operasi menghadirkan kondisi dan tingkat kesulitan yang berbeda.
Baca Juga: Sekolah Terdampak Asap di Sarawak Kembali Dibuka Mulai 14 September Kecuali Serian dan Lubok Antu
Kini, masa kepemimpinan Junetra di Kantor SAR Pontianak berakhir. Tongkat kepemimpinan selanjutnya diserahkan kepada Budiono. Pergantian tersebut ditandai dengan serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Kantor SAR Pontianak yang berlangsung di Aula Kantor SAR Pontianak, Selasa (22/9). Junetra selanjutnya mendapat penugasan sebagai Kepala Kantor SAR Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Selama menjadi Kepala Kantor SAR Pontianak, banyak operasi yang kami laksanakan. Mulai dari penyelamatan orang tenggelam, kapal karam, orang hilang, hingga operasi pencarian dalam kondisi yang membahayakan manusia," ujarnya.
Salah satu operasi yang menjadi bagian dari pengalamannya adalah pencarian helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara mengalami kecelakaan dan jatuh di perbukitan. Tim SAR Pontianak pun berhasil menemukan lokasi helikopter tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam. Lokasi helikopter berada di kawasan perbukitan di Kabupaten Sekadau.
Junetra ingat medan menuju lokasi cukup sulit karena kawasan tersebut disebut sebagai lokasi yang belum pernah terjamah orang. "Termasuk pencarian helikopter yang berhasil kami temukan dalam waktu kurang dari 24 jam, kemudian langsung dilakukan evakuasi dari perbukitan di Sekadau," kenangnya.
Baca Juga: Hotspot Melonjak 142 Persen, 64 Pesawat Dikerahkan
Baginya, setiap operasi memiliki tantangan tersendiri. Kondisi medan, akses menuju lokasi hingga keselamatan personel menjadi hal yang harus diperhitungkan ketika menjalankan operasi pencarian dan pertolongan.
Namun menurut Junetra, keberhasilan dalam berbagai operasi SAR tidak terlepas dari kerja sama banyak pihak. Penanganan di lapangan kerap membutuhkan dukungan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan, masyarakat dan unsur terkait lainnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini turut membantu pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan di provinsi ini. Selain dukungan lintas instansi, Junetra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Kantor SAR Pontianak yang selama ini menjadi bagian dalam berbagai operasi.
"Terima kasih kepada seluruh personel Kantor SAR Pontianak yang selama ini terus bersama menjalani tugas selama kurang lebih hampir empat tahun," imbuhnya.
Sementara itu, Budiono yang telah resmi menggantikan Junetra sebagai Kepala Kantor SAR Pontianak menyatakan langsung menyiapkan sejumlah langkah prioritas untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan. Salah satu prioritas awalnya adalah memperkuat koordinasi dan konsolidasi dengan berbagai instansi yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR.
“Ada beberapa hal prioritas saya saat menjalani tugas. Kami akan berkoordinasi dan konsolidasi dengan instansi,” katanya.
Selain memperkuat koordinasi, Budiono juga akan melakukan pengecekan terhadap perlengkapan dan personel Kantor SAR Pontianak. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi kedaruratan.
Menurut Budiono, kesiapsiagaan personel dan unit menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan. Kondisi darurat dapat terjadi kapan saja sehingga membutuhkan respons yang cepat dan tepat.
“Saat terjadi kedaruratan, personel siap melaksanakan operasi SAR,” ujarnya.
Budiono menegaskan, penguatan koordinasi, pengecekan perlengkapan dan peningkatan kesiapsiagaan menjadi langkah awalnya untuk memastikan Kantor SAR Pontianak selalu siap merespons setiap kondisi kedaruratan. (*)
Editor : Rafael B. Junior