Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi solidaritas bagi warga terdampak karhutla di Pontianak. Ada yang melakukan penggalangan dana, dan ada pula yang membagikan masker. Aksi tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap dampak kabut asap dan mencegah karhutla.
SITI SULBIYAH, Pontianak
Aksi penggalangan dana dilakukan melalui kolaborasi antara Dompet Umat bersama Trust Music melalui aksi penggalangan dana di Taman Digulis Pontianak, Sabtu (26/9).
Aksi tersebut dilakukan dengan menggalang sumbangan dari masyarakat yang melintas dan berada di kawasan Taman Digulis. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu warga, terutama masyarakat di wilayah Ketapang dan Kayong.
Baca Juga: Cek Dompet Anda! Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor, BI Beri Penjelasan
Angga mewakili Trust Music mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban akibat karhutla. “Kami ingin membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban dampak karhutla, terutama yang berada di Ketapang dan Kayong,” ujarnya.
Angga berharap dukungan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang berada di wilayah terdampak. Ia juga berharap kondisi karhutla segera teratasi sehingga kabut asap berakhir dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Semoga kabut asap segera berakhir, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” katanya.
Di lokasi yang sama, sejumlah mahasiswa membagikan 4.000 masker kepada pengguna jalan di Bundaran Digulis. Aksi ini dilakukan menyusul kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Baca Juga: ASAP, Maqashid Syariah, dan Muhasabah Pembangunan
Aksi tersebut melibatkan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Pastor Bonus Pontianak, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas St. Agustinus Hippo, KMK Universitas Tanjungpura, serta BEM Universitas Muhammadiyah Pontianak. Masker dibagikan langsung kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Koordinator aksi, Frater Abim, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang terdampak karhutla.
"Kami ingin membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan hidup," ujar Frater.
Menurut dia, persoalan karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat akibat menurunnya kualitas udara. Ia berharap kepedulian masyarakat terhadap warga yang terdampak asap dapat terus tumbuh melalui aksi saling membantu.
"Harapannya, masyarakat Pontianak yang terdampak bisa saling menolong. Yang tidak terdampak juga ikut peduli dan bersama-sama menjaga lingkungan supaya karhutla tidak terjadi lagi," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan rentan terhadap kebakaran.(*)
Editor : Hanif