Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jawab Keraguan dengan "Ragu?"

Super_Admin • Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:06 WIB
Rayhan Noor
Rayhan Noor
Rayhan Noor, baru saja dikenal sebagai solois muda Indonesia. Tak bisa dibilang pendatang baru dalam dunia musik karena ia telah berkarir sejak 2013 bersama band Glaskaca, menjadi vokalis dan gitaris Martials serta Lomba Sihir bersama Hindia. Namun, karir bersolonya baru ia mulai di tahun 2019. Setelah merilis beberapa single dan mini album, di tahun ini Rayhan Noor kembali dengan "Ragu?". Sebuah lagu yang jadi refleksi dari krisis seperempat abad, dimana ia pernah terjebak pada pilihan sulit dalam hidup. (sya)

"Tak perlu kau habiskan waktumu,

pertanyakan yang tlah lalu".

SEPENGGAL lirik yang terdapat dalam lagu "Ragu?", Rayhan Noor seolah mengisyaratkan untuk tak menghabiskan waktu dan menyesal pada pilihan yang telah diambil. Lagu ini memiliki pesan dalam dengan musik nge-beat namun mengayun indah. Di tengah terdengar petikan gitar khas Rayhan Noor. Lagu ini cukup bisa membuat kita bergoyang dengan ketukan yang lembut.

Lagu ini bercerita tentang dirinya sekitar empat tahun lalu, ketika berada di masa-masa pertengahan umur 20 tahun. Sama seperti anak muda lainnya, Rayhan Noor sempat mengalami quarter life crisis dan dihadapkan pada pilihan sulit untuk arah hidupnya. Ia ragu akan kemana.

“Rasanya seperti terjebak di persimpangan yang saya sendiri nggak tahu harus kemana, akhirnya cuma diam di tempat ngabisin waktu” kenangnya.

Sejak duduk di bangku SMP, Rayhan sudah mengenal musik dan ngeband bersama teman-temannya. Ia pun semakin serius melakoni hobinya tersebut. Tapi jalan yang baru justru dipilihnya ketika masuk perguruan tinggi. Ia memilih Kedokteran Gigi sebagai pilihan hidupnya kala itu. Rayhan sempat berhenti dari kegiatan bermusik.

Begitu lulus dan melanjutkan pendidikan profesi dokter gigi, Rayhan menjalani aktivitasnya sebagai dokter gigi. Sampai akhirnya ia memutuskan hal penting yang membawanya menjadi Rayhan Noor yang kita kenal sekarang, seorang musisi. Meninggalkan segala atribut dokternya, Rayhan mulai kembali merajut mimpi besarnya di dunia musik yang sempat ditinggalkan.

"Saya kembali merintisnya dengan punya band dan belajar mengerjakan lagu orang lain. Akhirnya sekarang memilih untuk mengeluarkan karya sendiri untuk project solo," ujar alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta ini.

Ragu sempat melandanya. Bagi banyak orang pilihannya sangat berisiko, karena ia meninggalkan karir yang sangat jelas ke depannya dan berjalan menuju pilihan yang masih belum pasti. Namun bahagia setiap orang berbeda. Hingga sampai lah ia pada titik melepas keraguannya.

Suatu pagi di masa sulitnya ia terbangun, Rayhan memutuskan untuk meninggalkan hal-hal di belakang. Ia harus mulai mengabaikan keraguan, ketakutannya akan hal-hal yang belum terjadi, serta mungkin tutup telinga dari tekanan sosial di sekitarnya. Ia fokus lanjutkan hidupnya dan mengejar mimpinya.

"Ada beberapa hal yang saya nggak bisa paksain, sepertinya hati saya nggak di situ, saya bisa menjalaninya tapi mungkin saya nggak sebahagia saat saya memilih bermusik. Saya sudah memutuskan jadi saya nggak akan lihat lagi ke belakang dan akan mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya pilih," ungkap Rayhan yakin.

Diakuinya, kasus besar dalam hidupnya inilah yang menjadi inspirasi ia menulis 'Ragu?". Rayhan berharap semoga yang mendengar bisa mengambil sisi positif dari yang ia sampaikan lewat lagu ini.

"Nggak muluk-muluk juga, semoga di masa pandemi ini lagu ini bisa menghibur atau bisa menyemangati, bisa lebih kuat dalam menghadapi apa yang dijalani di pandemi.

Lagu ini membuka keran lagu-lagu lainnya untuk menjadi satu album penuh. Rayhan tak main-main dengan tekadnya. Ia sedang dalam proses pembuatan album yang rencananya akan rilis paling cepat awal tahun depan.

"Tahun lalu saya mendedikasikan satu bulan penuh untuk menghentikan pekerjaan lain di luar bikin project ini. Benar-benar mengkarantina diri untuk bikin album. Lucunya saat itu saya mulai ragu lagi. Aduh, lagu saya gitu-gitu aja, lagi nggak merasa bervariasi. cuman karena modenya karantina jadi ya udah bodo amat bikin aja. Ini membantu saya untuk nggak usah ragu-ragu," jelasnya.

Hasilnya, "Ragu?" lahir dengan warna yang terdengar cukup berbeda dibanding beberapa single Rayhan Noor sebelumnya, selain up-beat dan terdengar catchy, untuk pertama kalinya Rayhan Noor menciptakan lagu dengan lirik berbahasa Indonesia. Lagu yang pengerjaannya memakan waktu 6 bulan ini menjadi lagu pertamanya di albumnya nanti.

Pandemi tak menyurutkan langkahnya untuk berkarya. Tak memungkinkan untuk show dari pangung ke panggung. Platform digital menjadi jurus ampuh dalam menujukkan karyanya. "Rapuh?" yang rilis di beberapa platform, digital ini sudah bisa dideangar mulai 30 Juli kemarin.

"Opsi terbaik dalam bermusik adalah tetap berkarya untuk mengasah otak dan skill dalam bermusik. Pandemi maupun nggak pandemi saya akan jalan terus dengan karya karena ini jalan hidup yang saya pilih," ujarnya.

Bagi Rayhan Noor, musik adalah tempatnya belajar, setiap hari ia bisa belajar dari musik, bisa memahami pikiran orang, belajar bagaimana caranya menjalani hidup lebih baik. "Saya nggak akan ragu lagi dan nggak berhenti belajar dari musik," tutup Rayhan yakin.** Editor : Super_Admin
#Rayhan Noor