Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kepribadian Anak Perempuan Pertama Menurut Psikologi: Cenderung Mengalami Eldest Daughter Syndrome, Apa Itu?

Miftahul Khair • Senin, 12 Agustus 2024 | 15:02 WIB

 

Ilustrasi anak perempuan pertama bersama saudaranya. (Freepik)
Ilustrasi anak perempuan pertama bersama saudaranya. (Freepik)

PONTIANAK - Apakah kamu anak perempuan pertama dalam keluarga? Pernahkah kamu merasa terbebani oleh ekspektasi tinggi, rasa tanggung jawab yang berlebihan, dan kesulitan untuk mengatakan ‘tidak’?

Jika iya, kamu tidak sendirian. Fenomena ini dikenal sebagai ‘eldest daughter syndrome’, sebuah kondisi psikologis yang kerap dialami oleh anak perempuan pertama dalam keluarga.

Eldest daughter syndrome menggambarkan serangkaian ciri kepribadian dan tantangan emosional yang sering muncul akibat dinamika unik dalam keluarga. 

Anak perempuan pertama sering kali diharapkan menjadi teladan bagi adik-adiknya, bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga, dan memenuhi berbagai ekspektasi dari orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Ekspektasi tinggi ini membentuk mereka menjadi pribadi mandiri, ambisius, dan berdedikasi.

Namun, beban tersebut juga bisa memicu kecemasan, rasa bersalah, dan kesulitan menetapkan batasan. Mereka cenderung perfeksionis, merasa perlu mengontrol segalanya, dan sering mengorbankan diri demi orang lain.

Dilansir dari laman, Today.com, Pontianak Post akan membahas lebih lanjut tentang delapan ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan anak perempuan pertama yang mengalami eldest daughter syndrome. 

8 Ciri Kepribadian Anak Perempuan Pertama: Antara Tanggung Jawab dan ‘Eldest Daughter Syndrome’

  1. Si Overachiever Ambisius dan Berorientasi pada Tujuan

Kamu memiliki dorongan internal yang kuat untuk berprestasi dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal.

Kamu menetapkan standar tinggi untuk diri sendiri dan sering kali merasa perlu membuktikan kemampuanmu. 

Tidak mengherankan jika kamu cemerlang dalam bidang akademik, karier, atau bidang lainnya yang menuntut kesuksesan dan performa tinggi, terbukti dari pencapaianmu yang luar biasa.

Baca Juga: Mikroplastik ada dimana-mana, Berikut Bahayanya Bila Dikonsumsi

  1. Cenderung Khawatir dan Anxiety

Beban tanggung jawab dan ekspektasi tinggi bisa membuatmu rentan terhadap kecemasan berlebihan (anxiety) dan overthinking.

Kamu mungkin sering merasa khawatir tentang masa depan, kesehatan orang yang kamu cintai, atau takut mengecewakan orang lain.

  1. Cenderung People Pleaser

Kamu cenderung memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kebutuhanmu sendiri.

Kamu mungkin merasa sulit untuk mengatakan ‘tidak’ atau menolak permintaan, bahkan jika itu merugikan dirimu sendiri. Kamu ingin semua orang bahagia dan merasa tidak nyaman jika ada yang tidak senang denganmu.

  1. Kesulitan Menetapkan Batasan

Karena selalu ingin membantu dan menyenangkan orang lain, kamu mungkin kesulitan menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan interpersonal.

Kamu mungkin merasa bertanggung jawab atas emosi orang lain atau merasa bersalah jika menolak permintaan mereka.

  1. Perasaan Iri pada Saudara

Merasa iri atau cemburu pada adik-adikmu adalah hal yang wajar.

Kamu mungkin merasa mereka mendapatkan lebih banyak perhatian atau kebebasan daripada kamu, atau merasa mereka tidak memahami beban tanggung jawab yang kamu pikul.

  1. Sering Punya Perasaan Bersalah yang Mendalam

Kamu cenderung menyalahkan diri sendiri ketika terjadi kesalahan atau ketika kamu merasa tidak memenuhi harapan orang lain.

Kamu mungkin merasa bertanggung jawab atas masalah yang terjadi di sekitarmu, bahkan jika itu di luar kendalimu.

  1. Cenderung Mengalami Tantangan dalam Hubungan Romantis

Pola perilaku ‘people pleaser’ dan kesulitan menetapkan batasan bisa memengaruhi hubungan asmaramu.

Kamu mungkin kesulitan mengekspresikan kebutuhanmu atau merasa tidak layak mendapatkan cinta dan perhatian. 

Kamu mungkin juga cenderung memilih pasangan yang membutuhkan banyak dukungan emosional, sehingga kamu bisa terus berperan sebagai ‘pengasuh’.

  1. Rasa Tanggung Jawab yang Tinggi

Kamu adalah sosok yang dapat diandalkan dan selalu siap membantu orang lain.

Kamu memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap keluarga, teman, dan bahkan komunitasmu.

Kamu sering kali mengambil peran kepemimpinan dan merasa perlu memastikan semuanya berjalan lancar.

Apakah Kamu Mengalami Eldest Daughter Syndrome?

Jika kamu merasa terhubung dengan beberapa atau semua ciri di atas, mungkin kamu mengalami eldest daughter syndrome. 

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap individu adalah unik, dan tidak semua anak perempuan pertama akan mengalami hal yang sama.

Jika kamu merasa terbebani oleh tekanan dan ekspektasi yang kamu rasakan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.(jp)

 

Editor : Miftahul Khair
#Anak Perempuan Pertama #perempuan #kepribadian #Eldest daughter syndrome