Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kesalahan Anak Muda Kelola Uang

A'an • Selasa, 3 September 2024 | 12:32 WIB

 

Ilustrasi dompet kosong./ (Andrew Khoroshavin/Pixabay)
Ilustrasi dompet kosong./ (Andrew Khoroshavin/Pixabay)

Pengelolaan uang yang efektif adalah keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh semua orang, tidak terkecuali anak muda. Sayangnya, mereka sering kali melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan. Kesalahan-kesalahan ini bisa berdampak jangka panjang dan memengaruhi kestabilan finansial di masa depan

 

Oleh : Siti Sulbiyah

 

Generasi Z dan Generasi Milenial hidup dalam era digital yang penuh dengan tantangan finansial. Meskipun mereka memiliki akses yang lebih besar ke informasi dan teknologi, tidak jarang mereka terjebak dalam kesalahan keuangan yang bisa berdampak negatif dalam jangka panjang.

 

Financial Planner, Dewi Ratna Diana Amelia, mengatakan survei menunjukkan bahwa sebagian besar uang yang dimiliki oleh generasi milenial dihabiskan untuk belanja konsumtif. 

“Kemana perginya uang para milenial? Survei menunjukkan bahwa 71 persen dihabiskan untuk makan di luar. makan di Mall, nongkrong-nongkrong sama temen, nonton, dan lain-lain,” ucapnya.

Founder Insyirah Finance ini mengatakan pengeluaran generasi millenial banyak habis untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Mereka cenderung kurang memperhatikan pengeluaran yang sifatnya bisa memberikan keuntungan di masa depan seperti investasi. Investasi yang dimaksudnya tidak melulu dalam bentuk tabungan, saham, atau instrumen investasi lainnya, melainkan juga investasi ilmu.

Dewi mengatakan generasi usia 20-an seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan mereka. Salah satu kesalahan terbesar dalam pengelolaan keuangan ini adalah gaya hidup yang tidak seimbang dengan pendapatan. Banyak anak muda yang terjebak dalam pola hidup konsumtif untuk mendapatkan pengakuan dari kelompok sosialnya.

“Mereka seringkali menghabiskan uang untuk barang-barang branded atau gaya hidup mewah yang tidak sesuai dengan kapasitas keuangan mereka,” ujarnya.

Kesalahan selanjutnya adalah kebiasaan anak muda dalam membelanjakan uang secara impulsif. Ia menilai tidak sedikit anak muda yang membeli barang tanpa mempertimbangkan dampaknya pada anggaran mereka.

Penggunaan fasilitas "bayar nanti," seperti cicilan atau kartu kredit, semakin umum dilakukan oleh konsumen Indonesia, terutama anak muda.  Meskipun kartu kredit dan cicilan bisa membantu dalam beberapa situasi, mereka seringkali digunakan tanpa perencanaan yang matang, sehingga menyebabkan utang yang menumpuk.

Dewi menekankan pentingnya memahami kapan dan mengapa harus berutang. Menurutnya, perlu untuk pertimbangkan kemampuan untuk membayar kembali utang sebelum memutuskan untuk berutang, serta hindari penggunaan utang untuk barang-barang yang tidak penting.

“Utang itu boleh asalkan memang untuk keperluan yang sangat kita butuhkan,” ucapnya.

Kesalahan lainnya yang sering dilakukan adalah tidak adanya rencana keuangan yang jelas untuk masa depan mereka. Tanpa tujuan keuangan yang terencana, uang seringkali habis tanpa arah yang jelas, bahkan jika ada tabungan.

Karena itulah, sedini mungkin mulai untuk belajar perencanaan keuangan. Menurutnya, memiliki rencana keuangan tidak akan secara otomatis membuat seseorang menjadi kaya. Namun, perencanaan keuangan dapat membantu mencapai kemandirian finansial.

Dalam hal pengelolaan keuangan, ia menegaskan pentingnya memiliki tujuan keuangan yang spesifik, seperti membeli mobil atau rumah. 

"Tujuan keuangan itu contoh sesimpel kita pengen punya mobil, pengen punya rumah," katanya. 

Ia menambahkan bahwa, perencanaan keuangan adalah tentang menunda sebagian kebahagiaan hari ini untuk menyimpan kebahagiaan di masa depan. Dengan memiliki rencana yang jelas, maka dapat mengelola uang dengan lebih efektif dan memastikan bahwa berada di jalur yang benar menuju kemandirian finansial.**

Editor : A'an
#pengelolaan uang #gen milenial #Gen Z #anak muda