Memelihara ikan koi telah menjadi salah satu hobi yang populer di berbagai belahan dunia. Dengan warna-warna yang indah dan pola yang menarik, ikan koi tidak hanya menjadi daya tarik visual tetapi juga memberikan ketenangan.
Oleh : Siti Sulbiyah
Minat untuk memelihara ikan koi di Kalimantan Barat menurutnya cukup besar. Tak sedikit yang telah mengikutsertakan ikannya dalam kontes nasional hingga internasional. Salah satu pehobi tersebut adalah Suyono. Saat ini ia memelihara hampir seratus ikan koi dengan berbagai macam ukuran. Ada yang ukurannya panjang, ada yang gemuk.
“Ukuran terbesar sekitar 85 cm,” katanya.
Suyono adalah Ketua Equator Nishikigoi Club, komunitas pencinta koi di Kalimantan Barat. Sejak Pandemi Covid-19, ia menggeluti hobi tersebut. Hobi ini baginya dapat menjadi sarana penyembuhan atau healing. Selain itu, juga memberikan kebanggan tersendiri ketika memeliharanya.
Harga ikan koi beragam. Ada yang puluhan ribu, untuk grade yang rendah. Umumnya, pehobi koi membeli ikan dengan kualitas bagus. Harganya mulai dari ratusan ribu rupiah, hingga jutaan rupiah. Bahkan, ada yang ratusan juta rupiah.
Pengalaman tidak menyenangkan pernah dialami oleh Suyono. Ketika membawa dari Pulau Jawa, ikan-ikannya hampir mati karena kekurangan oksigen ketika sampai di Kota Pontianak. Lantas ikan-ikan tersebut setelah dimasukkan ke kolam. Mereka tampak normal saja. Namun, ia tak menyangka, beberapa hari kemudian, satu persatu ikan-ikan tersebut mati.
Sekalipun sudah mengetahui cara perawatan koi, namun kadang kala masih ada koi yang mati lantaran banyak faktor yang di luar kendali. “Sampai sekarang (koi) mati, jujur kadang masih ada,” ungkapnya.
Jika sudah mati, maka ikan koi dikubur. Tapi kadang-kadang diberikan orang untuk dimakan. “Kalau makan sendiri tak tega,” tuturnya.
Pehobi ikan koi lainnya, Sabri, menilai banyak yang memelihara ikan koi tapi tidak tahu cara pemeliharaan yang tepat. “Banyak yang pelihara koi, setelah seminggu banyak koi yang sakit,” katanya.
Karena itulah penting untuk bergabung di komunitas, salah satunya Equator Nishikigoi Club. Anggota komunitas ini terdiri dari pemula maupun pehobi yang telah lama berkecimpung dalam dunia ikan koi. Sehingga komunitas ini menjadi wadah untuk saling bertukar informasi dan edukasi seputar dunia koi.
Keunikan ikan ini tentunya dari warna, bodi, dan coraknya yang menarik. Ada beberapa jenis ikan koi yang diminati, yakni Kohaku, Taisho Sanshoku, dan Showa. Tiga jenis itu disebut sebagai Gosanke.
Eryadi, pehobi koi lainnya mengatakan memelihara koi bukan hobi orang kaya. Siapa saja bisa menggeluti hobi ini dengan catatan tahu mengetahui memeliharanya. Anggota Equator Nishikigoi Club menurutnya tidak semua memelihara ikan koi yang harganya mahal.
“Kita kadang-kadang juga beli dengan teman. Punya kita juga dibeli sama teman lainnya,” ujarnya.
Ia menilai salah satu cara untuk memperkenalkan ikan koi kepada masyarakat adalah dengan melaksanakan kontes. Namun menggelar kontes ikan koi tidak semudah menggelar kontes jenis ikan lainnya. Jika ikan lain cukup dengan akuarium, ikan koi membutuhkan kolam yang representatif. Pembuatan kolam di tempat kontes tentunya membutuhkan biaya dan tenaga yang ekstra.
“Jadi benar-benar harus dipersiapkan dengan matang-matang,” pungkas Eryadi. **
Editor : A'an