PONTIANAK - Ketika memperkenalkan makanan padat pada bayi, penting untuk memilih bahan makanan yang aman dan bergizi. Tetapi ada beberapa jenis makanan, yang sebaiknya dihindari. Karena dapat membahayakan kesehatan bayi.
MPASI atau makanan pendamping ASI, kandungannya harus terpenuhi. Nutrisi, vitamin, karbohidrat, dan lainnya harus lengkap. Juga MPASI harus dipertimbangkan dengan benar, agar kebutuhan bayi terpenuhi.
Sebagai orang tua, pastikan anda harus mengetahui kandungan apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Pastikan anda benar-benar mengenali jenis makanan, yang bisa membuat respon pada bayi menjadi aktif.
Ketika anda memiliki anak pertama kali, pasti sangat bingung ketika anak sudah masuk usia cukup MPASI. Karena tidak akan cukup jika kita hanya memberikan nasi dan susu formula, sehingga terkadang bingung untuk memberikan menu yang seperti apa.
Dilansir dari channel Youtube Ensiklopedia Dokter, menyatakan bahwa tekstur MPASI pada bayi harus mulai dari yang paling lembut. Dengan porsi dua sendok makan biasa, karena pencernaan bayi belum terlalu lancar.
Porsi dua sendok makan biasa, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Dari bulan ke bulan, seiring perkembangannya pastikan makanan bayi juga naik tekstur secara perlahan. Hal ini dilakukan agar bayi mengenal sensor motorik.
Pastikan makanan dimasak dengan matang, juga harus menjaga kebersihannya. Disarankan membuat MPASI sendiri di rumah, karena anda akan lebih tau komposisi dan takaran yang tepat untuk bayi.
Pilih dan Pilah Makanan untuk Bayi
Secara umum respon tubuh masing-masing anak pasti berbeda, sehingga setiap makanan yang masuk pastinya juga mendapatkan respon berbeda. Untuk awal-awal anda bisa mengurangi pemberian makanan laut.
Makanan laut memang kaya akan manfaat bagi perkembangan bayi, tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan untuk beberapa bayi yang bisa alergi terhadap makanan laut. Jika ingin mencoba, anda bisa memberikan sedikit udang saja.
Selain itu, kacang-kacangan atau olahan susu sapi juga termasuk. Karena tidak semua anak bisa cocok dengan makanan seperti ini, reaksinya bisa kalian ketahui ketika memberikan susu formula pada anak anda.
Karena biasanya jika bayi memiliki alergi pada produk susu sapi olahan atau kacang-kacangan, reaksi alergi bayi akan muncul ketika mengonsumsi susu formula yang mengandung bahan tersebut.
Bukan berarti makanan yang mengandung tinggi alergi dilarang, karena kita tahu bahwa kandungan protein, lemak, dan yang lainnya cukup tinggi. Cukup lihat respon tubuh dari bayi anda, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Maka dari itu sebagai orang tua, ketika memberikan makanan baru kepada bayi. Harus memperhatikan bagaimana reaksi dari tubuh bayi, seperti muncul ruam gatal atau pencernaan diare dan lain sebagainya.
Tentang bagaimana respon dari si kecil, makanan yang memicu alergi akan kita ketahui. Terlebih anda harus lebih waspada terhadap makanan, yang memang mengandung tinggi alergen.
Sayur seperti kubis, kol, brokoli, atau buah seperti pir, memang tidak semua pencernaan bayi akan aman ketika diberikan makanan tersebut. Tetapi makanan ini terbukti bisa meningkatkan gas dalam usus.
Ketika dicerna akan menimbulkan gas yang berisiko pada bayi, sehingga bayi bisa menjadi kembung dan sering kholiq karena gas yang menumpuk. Hal ini biasanya ditandai dengan bayi sering kentut atau sering gumoh (muntah).
Dengan demikian bukan berarti anda tidak memberikan makanan tersebut pada bayi, tetapi pastikan anda memberikannya dalam porsi yang cukup bagi tubuh bayi. Cukup dikurangi atau diganti dengan sayuran lain. (yol/mgg)
Editor : Miftahul Khair