Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Novel Kemarau di Sedanau Raih Nominasi Islamic Book Fair Award 2024, Angkat Isu Resiliensi dan Kesehatan Mental

Miftahul Khair • Selasa, 18 Februari 2025 | 14:33 WIB

 

Kemarau di Sedanau, sebuah novel yang ditulis oleh dr Muhammad Asroruddin, SpM.
Kemarau di Sedanau, sebuah novel yang ditulis oleh dr Muhammad Asroruddin, SpM.

PONTIANAK POST - Kemarau di Sedanau, sebuah novel yang baru-baru ini diterbitkan, ditulis oleh dr Muhammad Asroruddin, SpM. Novel ini diterbitkan oleh Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP), grup Gramedia pada November 2024 lalu, dan sudah bisa didapatkan di seluruh toko buku Gramedia dan marketplace.

“Novel Kemarau di Sedanau mengambil tema tentang kesehatan mental (resiliensi), self-improvement, dan kesehatan,” tutur Asroruddin.

Novel ini mengambil cerita yang berlatar daerah Sedanau dan Kota Pontianak. Sedanau merupakan daerah di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswa yang ingin menjadi profesi impiannya demi meningkatkan derajat keluarga dan juga daerah asalnya, namun mendapatkan berbagai hambatan, baik secara geografis, ekonomi, akademik, dan juga hambatan dari orang-orang terdekatnya.

Asroruddin menceritakan, pada awalnya novel ini terbit secara digital, namun karena antusiasme yang tinggi dari kalangan pembaca, maka novel itu diterbitkan dengan versi cetak massal. “Alhamdulillah pada 2024 yang lalu novel ini masuk dalam 5 besar nominasi Islamic Book Fair Award 2024 di Jakarta, dan bersaing dengan buku-buku penulis besar lainnya,” katanya.

Novel Kemarau di Sedanau mulai ia tulis sejak tahun 2020 saat pandemi COVID-19 berlangsung, dan selesai pada tahun 2021 yang memakan waktu kurang lebih enam bulan.

Selain Kemarau di Sedanau, dalam waktu dekat sebuah buku ilmiah populer berjudul Computer Vision Syndrome (CVS) dan Tip Mata Sehat di Era Digital karyanya juga direncanakan rilis pada bulan Februari atau Maret 2025.

Ini merupakan buku nonfiksi ilmiah populer yang mengupas tentang bahaya penggunaan komputer dan perangkat digital sejenis yang dapat mengakibatkan gangguan mata.

“Buku ini juga mengupas tip-tip mata sehat baik untuk anak maupun dewasa. Buku-buku lainnya sedang dalam proses penulisan,” tuturnya.

Buku CVS ia tulis pada tahun 2021 yang diterbitkan secara indie, dan pada 2023 lalu sudah diambil oleh Kompas untuk diterbitkan secara massal dan dijual di seluruh toko buku. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#Kemarau di Sedanau #novel #islamic book fair award 2024 #dokter spesialis