PONTIANAK POST - Untuk mencegah istri mengalami kelelahan mental atau burnout, peran suami tak hanya soal mencari nafkah. Dukungan emosional dalam bentuk paling sederhana, seperti menjadi pendengar yang baik bisa berdampak besar bagi kesejahteraan psikis istri.
“Pada dasarnya yang dibutuhkan istri adalah perhatian lembut dari suaminya, seseorang yang bisa jadi teman berbagi dan pendukung setia di dalam hidupnya,” ungkap Psikolog Klinis, Ghulbuddin Himamy, M.Psi, Psikolog.
Meski terlihat sepele, tidak semua suami mampu atau mau mendengarkan keluhan istri dengan sabar dan empati. Padahal, di balik setiap keluh kesah, tersimpan kebutuhan akan rasa dipahami dan dihargai.
Tak hanya dukungan emosional, dukungan finansial serta pembagian tugas rumah tangga juga memegang peran penting. Menurut Ghulbuddin, komunikasi terbuka mengenai pembagian tugas sehari-hari dapat menciptakan rumah tangga yang lebih sehat dan harmonis.
“Tidak ada peraturan baku mengenai pekerjaan istri adalah memasak, mencuci baju, atau mengurus anak dan tugas suami adalah mencari nafkah,” tuturnya.
Beban akan terasa lebih ringan bila dikerjakan secara bergantian dan saling pengertian. Misalnya, saat istri sibuk membersihkan rumah, suami bisa ikut andil dengan menjaga anak. Begitu pula sebaliknya.
Selain itu, saat salah satu pihak merasa lelah dan butuh istirahat, tak ada salahnya untuk mencoba saling terbuka dan mengerti, hal ini membuat beban pekerjaan rumah tangga yang banyak menjadi lebih ringan.
“Jangan lupa mulai ucapkan kata terimakasih dan maaf agar pasangan lebih merasa dihargai,” ungkapnya.
Dengan saling menghargai dan berbagi tanggung jawab, tekanan dalam rumah tangga bisa dikurangi. Hal ini berpengaruh besar bukan hanya pada kesehatan mental istri, tetapi juga pada kualitas hidup suami dan anak-anak. “Ingat happy wife happy life,” pungkasnya. (sti)
Editor : Miftahul Khair