Mengucek mata mungkin terasa seperti solusi instan saat mata gatal atau tidak nyaman, namun kebiasaan ini bisa berdampak fatal bagi kesehatan mata. Tekanan berlebih dari jari saat mengucek dapat menyebabkan iritasi bahkan merusak mata itu sendiri.
Oleh: Siti Sulbiyah
Fatmawati (67) masih mengingat pengalaman tak menyenangkan yang terjadi dua tahun lalu. Suatu hari, ia merasa matanya sangat gatal. Naluri spontan pun muncul, ia mengucek matanya berulang kali. Alih-alih mereda, kelopak mata bagian atas justru membengkak.
“Kata dokter, cairan matanya sudah berkurang sehingga terasa gatal. Penyebabnya faktor usia,” ujarnya, mengutip penjelasan dokter yang ia temui kala itu.
Setelah diperiksa, dokter menyebut telah terjadi iritasi akibat kebiasaan mengucek mata. Ia pun diberikan obat untuk meredakan bengkak dan obat tetes mata. Dalam waktu sekitar seminggu, kondisinya berangsur membaik.
Kini, ia tak lagi sembarangan menyentuh atau mengucek matanya ketika terasa gatal. “Jadi setiap kali mata terasa gatal pakai obat tetes mata yang disarankan dokter itu,” katanya.
Fenomena seperti ini bukan hal yang langka, terutama pada lansia. Seiring bertambahnya usia, produksi cairan pada mata menurun. Hal inilah yang bisa memicu rasa gatal hingga mendorong tindakan refleks seperti mengucek.
Dokter spesialis mata di KMN EyeCare, Dr. Kevin, SpM menjelaskan bahwa sensasi gatal pada mata baik karena debu maupun benda asing memang bisa memicu reaksi alami tubuh.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa mengucek mata adalah respon alami tubuh ketika ada sesuatu yang tidak nyaman pada mata,” katanya.
Namun ia menegaskan, kebiasaan mengucek mata bukanlah solusi. Apapun alasannya, ia menilai mengucek mata memiliki risiko mulai dari iritasi hingga kerusakan pada kornea.
Berbagai risiko mengancam apabila kebiasaan mengucek mata ini dilakukan. Ia mengatakan, mengucek mata secara berlebihan dapat meningkatkan risiko infeksi mata. Hal ini karena tangan sering kali menjadi perantara kuman, bakteri, dan virus dari berbagai permukaan yang kita sentuh sehari-hari.
Saat mengucek mata, mikroorganisme tersebut dapat berpindah ke mata dan menyebabkan infeksi, seperti konjungtivitis (mata merah) atau keratitis (peradangan kornea). “Mengucek mata juga dapat merusak lapisan pelindung mata, membuatnya lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi,” katanya.
Ia menilai mengucek mata secara berlebihan dan keras juga berisiko merusak kornea, lapisan terluar pada bola mata yang berfungsi melindungi dan membantu memfokuskan penglihatan. Ketika mata digosok terlalu keras atau terlalu sering, permukaan kornea dapat mengalami abrasi atau luka kecil. Kerusakan pada kornea dapat menyebabkan rasa sakit, peradangan, penglihatan kabur, dan bahkan infeksi serius.
"Pada beberapa kasus, kerusakan pada kornea memerlukan prosedur medis yang serius untuk penyembuhan,” tegasnya.
Di samping itu, mengucek mata bisa memperburuk kondisi terutama bagi mereka yang memiliki alergi mata. Menurutnya, mengucek mata dapat merangsang pelepasan histamin lebih banyak di jaringan sekitar mata, yang menyebabkan gatal semakin parah dan membuat mata semakin merah bahkan bengkak.
Kebiasaan mengucek mata juga dapat mempercepat penuaan kulit di sekitar mata. Kevin mengingatkan bahwa kulit di sekitar mata sangat tipis dan sensitif. Sehingga, mengucek mata berulang kali dapat merusak kolagen dan elastin di area tersebut, yang dapat mempercepat munculnya garis-garis halus dan kerutan.
“Kebiasaan ini tentu saja akan membuat kulit di sekitar mata tampak lebih tua dari seharusnya,” terangnya.
Risiko lainnya yang perlu diwaspadai dari glaukoma dan terjadinya retinal detachment. Menurutnya, mengucek mata dengan kuat dapat meningkatkan tekanan intraokular atau tekanan di dalam mata. Pada beberapa individu yang rentan, peningkatan tekanan ini dapat memperburuk kondisi glaukoma.
“Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini akan merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen,” imbuhnya.
Meskipun terbilang sangat jarang terjadi, mengucek mata dengan sangat keras bisa menyebabkan lepasnya retina dari posisinya. Kondisi ini dikenal sebagai retinal detachment dan merupakan kondisi serius yang membutuhkan tindakan medis segera untuk mencegah kebutaan.
Dirinya mengingatkan penting untuk tidak mengabaikan gejala yang tidak biasa pada mata dan mencari bantuan medis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Misalnya, rasa gatal yang disertai dengan gejala lain seperti kemerahan yang parah, pembengkakan, atau keluarnya cairan dari mata, menandakan adanya infeksi atau kondisi serius lainnya.
“Kondisi seperti ini memerlukan perawatan medis segera,” terangnya.
Apabila gatal pada mata tidak kunjung membaik meskipun sudah diobati dengan obat bebas atau perawatan di rumah, ini tanda bahwa diperlukan evaluasi lebih lanjut oleh profesional kesehatan mata.
Selain gejala-gejala tersebut, ada beberapa kondisi spesifik yang memerlukan kunjungan segera ke dokter mata. “Misalnya, jika mengalami perubahan penglihatan seperti kabur, melihat kilatan cahaya, atau munculnya floaters atau bintik-bintik yang melayang, ini bisa menjadi tanda masalah serius seperti ablasio retina yang memerlukan penanganan segera,” paparnya. **
Editor : Miftahul Khair