Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jangan Panik, Begini Cara Aman Menangani Diare pada Anak di Rumah

Syeti Agria Ningrum • Selasa, 9 September 2025 | 16:30 WIB
Cara menangani anak yang terkena diare.
Cara menangani anak yang terkena diare.

PONTIANAK POST - Diare pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.

Kondisi ini pada umumnya dapat ditangani di rumah, namun tetap memerlukan perhatian yang serius karena berpotensi menimbulkan dehidrasi, terutama pada bayi dan balita. 

Dirujuk dari Nationwide Children’s Hospital, penanganan diare tidak bertujuan untuk segera menghentikan buang air besar, melainkan memastikan si buah hati tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup, nutrisi yang sesuai, serta pemulihan yang aman.

1. Jaga Hidrasi dengan Cairan yang Tepat

Dehidrasi merupakan risiko paling serius yang dapat timbul akibat diare. Gejala awalnya bisa berupa mulut kering, mata cekung, berkurangnya frekuensi buang air kecil, hingga anak tampak sangat lemas. Karena itu, cairan adalah prioritas utama.

- Gunakan Oralit (ORS)

Nationwide Children’s Hospital merekomendasikan oralit sebagai pilihan terbaik karena mengandung elektrolit dan gula dengan komposisi seimbang untuk mengganti cairan tubuh. Cairan biasa seperti air putih saja tidak cukup, sebab tidak dapat menggantikan mineral yang hilang.

- ASI untuk Bayi

Untuk bayi yang masih menyusu, merujuk pada MedlinePlus bahwa pemberian ASI tetap dilanjutkan. ASI tidak hanya memberikan cairan, tetapi juga nutrisi dan antibodi yang membantu pemulihan.

- Susu Formula

Jika anak minum susu formula, biasanya tetap bisa diberikan. Canadian Paediatric Society (CPS) menegaskan bahwa formula tidak perlu diencerkan, kecuali ada instruksi khusus dari dokter.

- Pemberian Bertahap

Bila anak sulit minum karena mual atau muntah, berikan sedikit demi sedikit. CPS menyarankan pemberian dengan sendok kecil setiap 1–2 menit, lalu secara bertahap ditingkatkan sesuai toleransi si buah hati.

- Hindari Minuman Tertentu

Jangan memberikan jus buah manis, soda, teh manis, atau minuman energi. Menurut CPS, minuman dengan kadar gula tinggi justru menarik lebih banyak cairan ke usus sehingga memperburuk diare.

Pemberian Makanan yang Aman

Setelah cairan aman, orang tua bisa mulai memperhatikan makanan. Ia tetap perlu energi agar tidak lemas dan bisa cepat pulih.

- Makanan yang Dianjurkan

MedlinePlus menyarankan makanan dengan tekstur lembut dan mudah dicerna, seperti nasi putih, kentang rebus, bubur, pisang, apel yang dimasak, dan roti putih. Makanan ini mengandung karbohidrat sederhana yang bisa menjadi sumber energi.

- Porsi Kecil tapi Sering

Daripada porsi besar sekaligus, berikan makanan sedikit-sedikit namun lebih sering. Ini membantu pencernaan si buah hati agar tidak bekerja terlalu keras.

Baca Juga: Pola Asuh Dapat Memicu Narsistik pada Anak: Begini Fakta dan Solusinya

- Makanan yang Perlu Dihindari

Jangan berikan makanan berminyak, berlemak, pedas, atau tinggi serat kasar. Canadian Paediatric Society juga menegaskan agar menghindari permen, cokelat, dan makanan tinggi gula lainnya.

- ASI atau Formula Tetap Diberikan:

Bagi bayi, selain makanan tambahan sesuai usia, ASI dan formula tetap menjadi sumber nutrisi utama.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Depresi Anak dan Remaja untuk Penanganan yang Tepat!

Waspadai Tanda Bahaya

Tidak semua diare bisa ditangani di rumah. Nationwide Children’s Hospital menekankan pentingnya mengenali tanda bahaya berikut:

- Anak tidak mau minum atau tidak bisa menahan cairan karena muntah terus-menerus.

- Ada darah atau lendir banyak pada tinja.

- Demam tinggi (di atas 39°C).

- Anak tampak sangat lemah, mengantuk berlebihan, atau tidak responsif.

- Tanda dehidrasi berat: jarang buang air kecil, tangan dan kaki terasa dingin, napas cepat, atau mata sangat cekung.

Jika salah satu gejala tersebut muncul, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter

Menurut Canadian Paediatric Society, semua bayi di bawah usia 6 bulan yang mengalami diare sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter, meskipun gejalanya ringan.

Untuk anak yang lebih besar, orang tua harus segera mencari bantuan medis jika diare berlangsung lebih dari 7 hari atau gejalanya tidak kunjung membaik. (*)

Editor : Miftahul Khair
#cairan #Orang tua #rumah #diare #anak #pemulihan #kesehatan #hidrasi