Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pelajaran Menulis Tegak Bersambung di SD Bikin Anak Jadi Disiplin dan Teliti

Chairunnisya • Rabu, 15 April 2026 | 15:47 WIB
Ilustrasi anak menulis (JAWAPOS)
Ilustrasi anak menulis (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Di era digital, menulis halus atau tegak bersambung mungkin mulai jarang terlihat. Padahal, aktivitas ini merupakan latihan kompleks yang melibatkan motorik halus, kognitif, hingga kontrol emosi. Menurut Sakinah Hasimiyah Al Hinduan, M.Psi., Psikolog, aktivitas ini jauh lebih unggul dibanding sekadar mengetik di gawai.

"Menulis sambung melatih koordinasi antara gerakan tangan, fokus, dan memori pola huruf yang berkelanjutan," ujar psikolog pendidikan tersebut, dikutip dari Jawapos.

Ada  beberapa alasan mengapa si kecil perlu melatih keterampilan ini

Baca Juga: 8 Tips Melatih Anak Puasa Ramadhan Sejak Dini dengan Cara Menyenangkan

1. Melatih Kedisiplinan dan Karakter Positif

Menulis sambung memiliki ritme dan pola yang harus diikuti. Hal ini secara otomatis menuntut anak untuk lebih sabar dan teliti. Anak belajar bahwa untuk menghasilkan tulisan yang indah, diperlukan konsistensi dan tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru.

2. Penguatan Motorik Halus yang Menyeluruh

Saat menggoreskan pensil, anak belajar mengontrol tekanan jari, membuat lengkungan, hingga menjaga ketebalan garis. Latihan ini tidak hanya melibatkan jari, tetapi juga pergelangan tangan, lengan, hingga bahu untuk menjaga stabilitas posisi duduk dan tangan.

Baca Juga: Tips Aktivitas Fisik Anak Berdasarkan Usia, dari Bayi hingga Prasekolah

3. Koordinasi Mata dan Tangan yang Lebih Tajam

Anak harus terus memperhatikan jarak, ukuran, serta kemiringan huruf agar sambungan terlihat halus. Misalnya, transisi dari huruf 'm' ke 'e' membutuhkan penyesuaian arah gerak yang presisi. Hal-hal detail seperti ini tidak akan didapatkan saat anak menulis menggunakan stylus atau mengetik di layar ponsel.

Kapan Waktu memulai latihan?

Sakinah menyarankan latihan ini dimulai pada usia 7–9 tahun atau sekitar kelas II dan III SD. Di usia ini, motorik halus anak sudah lebih kuat dan rentang fokus mereka lebih stabil. Orang tua perlu maklum jika proses ini memakan waktu lama karena tingkat kerumitannya memang tinggi.

Baca Juga: Tips Parenting: Memahami Emosi Anak Lewat Bahasa Tubuh dan Komunikasi

Agar anak tidak cepat frustrasi atau lelah, bisa memulai dengan durasi yang pendek. Cukup 5–10 menit sehari agar tangan tidak kaku. Media yang digunakan variatif, bisa berupa papan tulis atau spidol warna-warni untuk menarik minat.

"Sebelum menulis, ajak anak melakukan aktivitas penguatan otot jari seperti meremas spons, meronce, atau menggunting pola," pungkasnya. (*)

Editor : Chairunnisya
#motorik halus #motorik #sekolah dasar #anak #menulis