PONTIANAK POST - Belajar matematika tidak selalu harus lewat buku dan deretan soal. Anak justru lebih mudah memahami konsep jika belajar melalui aktivitas sehari-hari yang dekat dengan kehidupan mereka.
Psikolog pendidikan dan perkembangan anak, Nur Ainy Fardana, menuturkan kunci agar anak tidak takut matematika adalah membuat pelajaran tersebut terasa relevan.
’’Ajarkan lewat belanja di pasar, menghitung kembalian uang, atau saat memasak dengan mengukur bahan. Itu membuat anak sadar bahwa matematika memang ada di sekitar mereka,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Kenali Math Anxiety, Ketakutan Berlebihan Saat Belajar Matematika
Selain aktivitas harian, permainan juga dapat menjadi media belajar yang efektif. Ular tangga, monopoli, kartu UNO, hingga bricks membantu anak mengenal angka, pola, dan logika dengan cara menyenangkan.
Media digital seperti aplikasi edukasi dan lagu berhitung juga dapat digunakan sebagai sarana belajar.
Namun, penggunaannya tetap memerlukan pendampingan orang tua agar anak tidak sekadar bermain tanpa memahami konsep.
Pendekatan yang menyenangkan membuat anak merasa matematika bukan sesuatu yang menakutkan. Anak pun lebih mudah membangun rasa percaya diri saat belajar. (*)
Editor : Chairunnisya