Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dampak Buruk Jika Anak Berjualan Tanpa Batasan yang Sehat

Chairunnisya • Selasa, 19 Mei 2026 | 20:10 WIB
Ilustrasi anak berjualan di kelas (AI)
Ilustrasi anak berjualan di kelas (AI)

PONTIANAK POST - Meski memiliki banyak manfaat, aktivitas berjualan di sekolah juga perlu diawasi.

Ada kondisi tertentu yang menjadi tanda bahwa kegiatan tersebut mulai berdampak kurang baik bagi anak.

Psikolog klinis Biro Bright Soul, Doni Mustofa mengatakan orang tua dan guru perlu memberi batasan bila aktivitas jualan justru mendorong anak ke arah inferiority.

“Misalnya anak mudah frustrasi karena barang tidak laku, membandingkan diri dengan teman, atau prestasi belajar menurun,” jelasnya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Anak Ingin Jualan di Sekolah? Begini Cara Bijak Orang Tua Menyikapinya

Masalah sosial juga perlu diperhatikan. Jika anak mulai konflik dengan teman atau kehilangan minat sekolah karena terlalu fokus berjualan, orang tua dan guru perlu segera turun tangan.

“Itu tanda bahwa aktivitas berjualan mengganggu peran utama mereka sebagai pelajar,” tegasnya.

Menurut Doni, kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas berjualan tidak lagi mendukung perkembangan anak, tetapi justru mengganggu rasa percaya diri mereka.

Baca Juga: Anak Ingin Jualan di Sekolah? Begini Cara Bijak Orang Tua Menyikapinya

“Kalau hal-hal itu muncul, berarti berjualan tidak lagi mendukung perkembangan industry, justru membahayakan rasa percaya diri anak,” katanya.

Karena itu, pendampingan menjadi kunci agar aktivitas berjualan tetap menjadi pengalaman belajar yang sehat bagi anak. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips anak #anak berjualan #for her pontianak post #anak