PONTIANAK POST - Salah satu kekhawatiran orang tua saat ingin mengenalkan bahasa asing kepada anak adalah soal waktu yang tepat.
Banyak yang bertanya-tanya apakah anak harus fasih berbahasa Indonesia lebih dulu sebelum diperkenalkan pada bahasa kedua.
Dilansir dari Jawapos, Founder The Bilingual Parenting Hapikry Surya Permana MHum menjelaskan, orang tua tidak perlu menunggu sampai anak fasih berbahasa Indonesia.
Baca Juga: Berapa Bahasa Ideal untuk Anak? Ini Penjelasan Founder The Bilingual Parenting
Bahasa asing bisa dikenalkan bersamaan sejak dini, tergantung pendekatan yang dipilih keluarga.
Dua Pendekatan Bilingual
Hapikry menerangkan, ada dua pendekatan yang bisa digunakan, yaitu simultaneous bilingualism dan sequential bilingualism.
Pada pendekatan pertama, anak mendapat paparan dua bahasa sekaligus sejak usia 0–3 tahun. Dengan begitu, kedua bahasa berkembang secara bersamaan.
Baca Juga: Orang Tua Perlu Tahu Alasan Anak Mudah Meniru Tren Bahasa
Sementara itu, pada pendekatan sequential bilingualism, bahasa kedua dikenalkan setelah bahasa pertama dianggap cukup kuat, biasanya setelah usia tiga tahun.
’’Jadi orang tua tidak perlu menunggu anak fasih berbahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum mengenalkan bahasa asing, bisa dilakukan bersamaan,’’ ungkapnya.
Pilihan Pendekatan Bisa Disesuaikan
Bagi Hapikry, tidak ada satu pendekatan yang mutlak paling benar untuk semua anak. Orang tua bisa memilih cara yang paling sesuai dengan kondisi keluarga, ritme belajar anak, dan lingkungan tempat anak tumbuh.
Baca Juga: Bahasa Viral Bisa Bangun Identitas Sosial Anak, Ini Penjelasannya
Yang penting, bahasa hadir secara konsisten dan tidak diposisikan sebagai tekanan. Dengan begitu, anak dapat mengenal lebih dari satu bahasa tanpa harus menunggu satu bahasa benar-benar sempurna terlebih dahulu. (*)
Editor : Chairunnisya