Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Cara Menyusun Libur Sekolah yang Seimbang untuk Tumbuh Kembang

Chairunnisya • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:41 WIB
Ilustasi perjalanan liburan
Ilustasi perjalanan liburan

PONTIANAK POST - Masa libur sekolah sering menjadi waktu yang membingungkan bagi sebagian orang tua. Di satu sisi, ada keinginan untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Di sisi lain, anak juga membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani rutinitas belajar selama satu semester.

Kursus dan Liburan Sama-Sama Penting

Dilansir dari Jawapos, praktisi psikologi dan pendidikan, Muhammad Badril Riza Gr CHt SPsi MPd, menilai kursus dan liburan tidak perlu dipertentangkan.

Baca Juga: Tips Jitu Menikmati Destinasi Liburan Tanpa Menguras Kantong

’’Dalam perspektif psikologi pendidikan, kursus dan liburan memiliki fungsi yang berbeda namun sama-sama penting untuk perkembangan anak. Pertanyaannya bukan kursus atau liburan, tetapi apa yang dibutuhkan anak pada masa liburan ini,’’ ujarnya.

Menurut Badril, setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada anak yang membutuhkan waktu pemulihan setelah menjalani aktivitas sekolah, namun ada pula yang berkembang melalui kegiatan pengayaan seperti musik, olahraga, bahasa asing, atau teknologi.

Susun Liburan Sesuai Kebutuhan Anak

Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah mengevaluasi kondisi anak setelah menjalani pembelajaran selama satu semester.

Baca Juga: Jangan Sampai Boros di Perjalanan, Ini Strategi Atur Uang Liburan yang Perlu Anda Tahu

Badril menyarankan agar orang tua membuat perencanaan yang seimbang antara kegiatan pengembangan diri dan waktu istirahat.

’’Jika masa liburan berlangsung dua minggu, misalnya, sebagian waktu dapat dialokasikan untuk kegiatan pengembangan diri, sementara sisanya digunakan untuk rekreasi dan kebersamaan keluarga,’’ lanjutnya.

Rekreasi yang Bermakna

Menurut Badril, rekreasi tidak selalu identik dengan aktivitas bersenang-senang semata.

Baca Juga: Ingin Liburan Hemat ? Deratan Wisata Alam di Singkawang Ini Bisa Jadi Pilihan

’’Saya lebih menyukai istilah rekreasi yang bermakna, yaitu aktivitas menyenangkan tetapi tetap memberikan pengalaman baru, relasi sosial, wawasan, dan pembelajaran kehidupan,’’ imbuhnya.

Dengan perencanaan yang tepat, masa liburan dapat menjadi momen penting bagi anak untuk berkembang sekaligus memulihkan energi sebelum kembali ke sekolah. (*) 

Editor : Chairunnisya
#tips anak #liburan #anak #libur sekolah