PONTIANAK POST - Setelah berbulan-bulan menjalani kegiatan belajar, anak membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Karena itu, masa libur sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental anak.
Masa Pemulihan Setelah Satu Semester
Praktisi psikologi dan pendidikan Muhammad Badril Riza Gr CHt SPsi MPd menegaskan bahwa libur sekolah bukan sekadar waktu luang tanpa aktivitas.
Menurutnya, masa liburan berfungsi sebagai periode pemulihan setelah anak menjalani berbagai tuntutan akademik selama satu semester.
Baca Juga: Tips Jitu Menikmati Destinasi Liburan Tanpa Menguras Kantong
’’Libur sekolah memiliki fungsi yang sangat penting sebagai masa pemulihan fisik, mental, dan emosional,’’ lanjutnya, dikutip dari Jawapos.
Aktivitas Harus Disesuaikan Usia Anak
Badril menjelaskan bahwa aktivitas selama liburan perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Untuk anak usia sekolah dasar, kegiatan yang bersifat eksploratif lebih dianjurkan.
’’Untuk usia sekolah dasar, kegiatan yang bersifat eksploratif dan menyenangkan lebih dianjurkan, seperti wisata edukatif, permainan alam, olahraga, kegiatan seni, atau kunjungan ke museum,’’ kata Badril.
Baca Juga: Jangan Sampai Boros di Perjalanan, Ini Strategi Atur Uang Liburan yang Perlu Anda Tahu
Sementara bagi siswa SMP dan SMA, liburan dapat dimanfaatkan untuk mengenali potensi diri melalui pelatihan kepemimpinan, kegiatan sosial, kursus keterampilan tertentu, kewirausahaan, atau pengalaman baru yang memperluas wawasan.
Kunci Utamanya Keseimbangan
Meski demikian, Badril mengingatkan bahwa remaja tetap membutuhkan waktu untuk berekreasi sebagai bagian dari menjaga kesehatan mental.
Dalam menentukan agenda liburan, orang tua juga perlu mempertimbangkan usia anak, kondisi psikologis, minat dan bakat, tujuan keluarga, kondisi ekonomi, serta ketersediaan waktu bersama.
Baca Juga: Ingin Liburan Hemat ? Deratan Wisata Alam di Singkawang Ini Bisa Jadi Pilihan
’’Kuncinya adalah keseimbangan,’’ tambahnya.
Dengan keseimbangan antara aktivitas pengembangan diri dan waktu bersantai, anak dapat kembali ke sekolah dengan energi, motivasi, dan semangat yang lebih baik. (*)
Editor : Chairunnisya