PONTIANAK POST - Ketika menjalin hubungan dengan seseorang yang telah memiliki anak, kedekatan dengan anak menjadi bagian yang perlu dijalani secara hati-hati.
Anak telah memiliki orang tua dan pola pengasuhan yang terbentuk sebelumnya. Karena itu, pasangan baru perlu memahami posisinya sebelum ikut terlibat dalam urusan anak.
Apalagi jika mantan suami atau istri masih ada dan tetap memiliki hubungan dengan anak.
Baca Juga: Menjalin Hubungan dengan Duda atau Janda, Ini Hal yang Perlu Dipahami
Menurut relationship coach Arif Putra SH, pasangan baru perlu memahami posisi masing-masing dan tidak mengambil alih peran orang tua tanpa adanya izin dari pihak terkait.
’’Intinya jangan ikut campur soal anak bila tidak ada izin atau kepercayaan,’’ katanya, dikutip dari Jawapos.
Status Pacar Bukan Berarti Menjadi Orang Tua
Baca Juga: Sulit Lepas dari Toxic Relationship? Begini Cara Keluar dari Hubungan Tanpa Rasa Bersalah
Prinsip etiket yang penting bagi pasangan baru adalah memahami bahwa dirinya merupakan orang baru dalam kehidupan anak.
Status sebagai pacar orang tua tidak otomatis membuat seseorang menjadi orang tua bagi anak tersebut.
Kesadaran terhadap batasan ini dapat membantu hubungan berkembang dengan lebih sopan, perlahan, dan tanpa tuntutan berlebihan.
Baca Juga: Mengenal Pocketing Relationship, Apa itu? Kenali Tanda-tandanya
’’Jangan sok mengatur. Menjadi pasangan orang tuanya, bukan otomatis menjadi orang tua anaknya. Dengan mengetahui ini, kita akan menjadi lebih sopan, tidak terburu-buru, tidak menuntut si anak, dan bisa lebih bersahabat,’’ paparnya.
Batasan Semakin Penting Ketika Anak Remaja
Batasan tersebut menjadi semakin penting ketika anak telah memasuki usia remaja. Kehadiran pasangan baru orang tua bisa lebih mudah dipersepsikan sebagai ancaman terhadap posisi orang tua biologis.
Karena itu, pasangan baru sebaiknya tidak terburu-buru ingin mengambil peran ayah atau ibu.
Sikap yang lebih tepat adalah memahami posisi, menghormati pola pengasuhan yang telah ada, dan tidak mengambil keputusan terkait anak tanpa sepengetahuan serta izin orang tua.
Baca Juga: Kala Remaja Terjebak Toxic Relationship
Dengan memahami batasan tersebut, pasangan baru dapat membangun hubungan yang lebih nyaman tanpa membuat anak merasa posisi orang tua biologisnya sedang digantikan. (*)
Editor : Chairunnisya