PONTIANAK POST - Mempersiapkan bekal sekolah menjadi salah satu cara sederhana bagi orang tua untuk membantu anak mendapatkan makanan bergizi selama beraktivitas.
Selain mengurangi kebiasaan jajan sembarangan, bekal dari rumah juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Namun, bekal yang baik bukan sekadar makanan yang membuat perut kenyang. Komposisinya perlu diperhatikan agar mengandung berbagai zat gizi yang mendukung tumbuh kembang.
Baca Juga: Edukasi Makanan Bergizi Perkuat Peran Kader Posyandu Cegah Stunting di Pontianak
Nutrisionist Anisa Nurul Syafitri SGz mengatakan, bekal sehat tidak harus menggunakan bahan makanan mahal atau melalui proses memasak yang rumit.
"Bekal sehat sebenarnya tidak selalu mahal atau rumit. Yang penting memenuhi prinsip Isi Piringku, yaitu terdiri dari makanan pokok sebagai sumber energi, lauk sebagai sumber protein, sayur dan buah sebagai sumber serat, vitamin, mineral, serta air putih sebagai minuman utama," ujar Anisa, dikutip dari Jawapos.
Isi Bekal Perlu Beragam
Prinsip Isi Piringku dapat menjadi panduan sederhana ketika orang tua menentukan menu bekal anak.
Baca Juga: 7 Makanan untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Jaga Otot, Jantung, dan Pencernaan
Makanan pokok dapat berupa nasi, kentang, ubi, atau roti sebagai sumber energi. Komponen tersebut kemudian dilengkapi dengan lauk sebagai sumber protein, serta sayur dan buah.
Dengan komposisi yang beragam, satu kotak bekal tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan zat gizi anak. Air putih juga perlu menjadi pilihan utama sebagai minuman pendamping bekal.
Protein Jangan Sampai Terlewat
Salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian adalah protein. Anisa menjelaskan, protein berperan dalam pertumbuhan anak sekaligus membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Baca Juga: Tepung Biji Kluwih Berpotensi Jadi Bahan Makanan Bergizi untuk Bayi
"Protein berperan penting untuk pertumbuhan anak sekaligus membantu mereka merasa kenyang lebih lama sehingga tidak mudah tergoda mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula. Jadi jangan sampai terlewat," katanya.
Karena itu, lauk sumber protein sebaiknya tetap menjadi bagian dari menu bekal sehari-hari.
Bahan Lokal Bisa Jadi Pilihan
Untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, orang tua tidak harus menggunakan bahan pangan premium. Berbagai bahan yang mudah ditemukan dapat digunakan selama dikombinasikan dengan tepat.
"Telur, tempe, tahu, ikan kembung, ayam, bayam, wortel, buncis, pepaya, hingga pisang bisa menjadi pilihan. Yang penting adalah variasi menu setiap hari sehingga kebutuhan zat gizi anak tetap terpenuhi," beber Anisa.
Baca Juga: 7 Makanan Pencegah Kanker yang Wajib Dikonsumsi untuk Hidup Lebih Sehat
Variasi menu juga membuat bekal tidak terasa monoton. Orang tua dapat mengganti sumber protein, sayuran, buah, maupun makanan pokok sesuai bahan yang tersedia.
Telur Bisa Jadi Lauk Praktis
Telur menjadi salah satu bahan yang dapat diolah dengan mudah untuk bekal sekolah. Bahan tersebut dapat dibuat menjadi telur rebus maupun telur dadar sehingga praktis digunakan sebagai lauk.
"Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi serta mengandung berbagai vitamin dan mineral penting makanya disebut juga sebagai superfood," katanya.
Baca Juga: Daftar Makanan untuk Detoks Alami Setelah Lebaran, Kembalikan Tubuh Lebih Sehat dan Segar
Dengan bahan yang sederhana, orang tua tetap dapat menyiapkan bekal yang memiliki komposisi gizi beragam.
Bekal Sehat Bisa Dimulai dari Rumah
Menyiapkan bekal anak pada akhirnya tidak harus identik dengan menu mahal atau rumit.
Yang lebih penting adalah memastikan makanan pokok, protein, sayur, buah, dan air putih hadir secara seimbang serta menu dibuat bervariasi.
Baca Juga: Tak Perlu Perawatan Mahal, Ini 8 Makanan Bernutrisi yang Bisa Membuat Rambut Lebih Sehat dan Kuat
Dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan, orang tua dapat menjadikan bekal sebagai bagian dari kebiasaan makan yang lebih baik bagi anak. (*)
Editor : Chairunnisya