Protein dalam Bekal Anak Tak Boleh Terlewat, Ini Pilihan Menu Praktisnya

Chairunnisya • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:46 WIB
Ilustrasi merebus telur agar matang sempurna. (MAGNIFIC)
Ilustrasi merebus telur agar matang sempurna. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Menentukan menu bekal anak setiap hari terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Agar tidak monoton, bahan makanan dapat dikombinasikan dan diolah menjadi berbagai menu sederhana.

Salah satu komponen yang tidak boleh dilupakan adalah protein. Nutrisionist Anisa Nurul Syafitri SGz mengatakan, protein berperan penting dalam pertumbuhan sekaligus membantu anak merasa kenyang lebih lama.

"Protein berperan penting untuk pertumbuhan anak sekaligus membantu mereka merasa kenyang lebih lama sehingga tidak mudah tergoda mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula. Jadi jangan sampai terlewat," katanya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Rutin Makan Telur Turunkan Risiko Alzheimer, Ini Hasil Studi Terbaru!

Telur Jadi Pilihan Praktis

Telur dapat menjadi salah satu pilihan lauk untuk bekal karena mudah diolah. Bahan tersebut dapat disajikan sebagai telur rebus maupun telur dadar sehingga cocok dipadukan dengan berbagai makanan pokok.

"Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi serta mengandung berbagai vitamin dan mineral penting makanya disebut juga sebagai superfood," katanya.

Selain telur, sumber protein lain yang dapat digunakan adalah tempe, tahu, ikan kembung, dan ayam.

Baca Juga: Sering Dibilang Bisa Bikin Bisul, Begini Faktanya Kalau Terlalu Banyak Makan Telur Menurut Para Ahli

Variasikan Menu Setiap Hari

Menurut Anisa, penggunaan bahan pangan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan zat gizi anak. Orang tua dapat mengombinasikan sumber protein dengan sayur dan buah serta makanan pokok dalam satu kotak bekal.

"Telur, tempe, tahu, ikan kembung, ayam, bayam, wortel, buncis, pepaya, hingga pisang bisa menjadi pilihan. Yang penting adalah variasi menu setiap hari sehingga kebutuhan zat gizi anak tetap terpenuhi," beber Anisa.

Variasi tersebut juga memungkinkan orang tua menyesuaikan menu dengan bahan yang tersedia di rumah.

Baca Juga: Bolehkah Makan Telur Setiap Hari? Ini Batasannya Berdasarkan Usia

Inspirasi Bekal dengan Telur

Salah satu menu yang dapat disiapkan adalah nasi dengan telur dadar, tumis jagung manis, jamur, dan buncis, kemudian dilengkapi pisang.

Kombinasi lain dapat menggunakan nasi dengan ikan panggang, brokoli kukus, dan pepaya. Pilihan berikutnya adalah kentang rebus atau mashed potato dengan ayam panggang, tumis brokoli dan wortel, serta jeruk.

Untuk menu yang lebih praktis, sandwich roti gandum berisi telur dan selada serta tomat dapat dilengkapi susu UHT dan buah potong.

Perhatikan Cara Memasak

Selain memilih bahan, cara mengolah makanan juga perlu diperhatikan. Anisa menyarankan beberapa metode memasak seperti mengukus, merebus, menumis dengan sedikit minyak, atau memanggang.

Baca Juga: Program Makan Telur di Posyandu Aksi Nyata Tekan Stunting

"Masaknya bisa menggunakan metode kukus, rebus, tumis dengan sedikit minyak, atau panggang. Hindari memasak sayuran terlalu lama karena beberapa vitamin, seperti vitamin C dan folat, mudah rusak oleh panas," tuturnya.

Dengan bahan yang sederhana dan pengolahan yang tepat, menu bekal anak dapat dibuat lebih bervariasi tanpa membutuhkan bahan makanan premium.

Bekal Tidak Harus Selalu Rumit

Membuat bekal anak yang bergizi dapat dimulai dari bahan yang sudah tersedia di rumah. Telur, tempe, tahu, ikan, ayam, sayuran, dan buah dapat dikombinasikan menjadi berbagai menu. Kuncinya adalah menjaga variasi agar kebutuhan zat gizi anak tetap diperhatikan. (*) 

Editor : Chairunnisya
menu bekal anak protein anak bekal bergizi telur ikan kembung