Jangan Asal Unggah, Ini Batas Privasi Anak di Media Sosial

Chairunnisya • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:46 WIB
Aplikasi media sosial Facebook dan Instagram. [Foto : X/@MarioNawfal]
Aplikasi media sosial Facebook dan Instagram. [Foto : X/@MarioNawfal]

PONTIANAK POST -  Membagikan momen bersama anak di media sosial kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang tua.

Namun, setiap unggahan tetap perlu mempertimbangkan batas informasi yang boleh diketahui publik. Hal itu disampaikan momfluencer sekaligus parenting speaker Venny Alawiyah.

Menurutnya, aktivitas bersama anak yang dibagikan di media sosial tidak berarti seluruh kehidupan anak harus menjadi konsumsi publik.

Baca Juga: Tips Aturan Aman Menggunakan Gawai untuk Anak dan Dewasa

Sebagai kreator konten yang juga menjalani kerja sama dengan berbagai brand, Venny mengaku tetap menetapkan batas terhadap informasi yang dibagikan.

’’Privasi anak bukan semata-mata wajahnya terlihat atau tidak, tetapi juga seberapa banyak informasi mengenai anak yang kita berikan kepada publik,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Menurut Venny, orang tua perlu mempertimbangkan informasi seperti nama sekolah, alamat, lokasi secara real time, hingga rutinitas harian sebelum membagikannya.

Baca Juga: Cara Menyampaikan Kritik di Media Sosial Tanpa Merendahkan Orang Lain

’’Orang tua perlu mengetahui informasi mana yang layak dibagikan dan mana yang sebaiknya tetap menjadi ruang privat,’’ ucapnya.

Ada Banyak Cara Menjaga Privasi

Menjaga privasi anak tidak selalu berarti orang tua harus berhenti mengabadikan aktivitas bersama mereka.

Venny menyebut orang tua dapat memilih sejumlah cara, seperti memburamkan wajah, menutupnya dengan stiker, mengambil foto dari belakang, atau menggunakan sudut pengambilan gambar tertentu.

Baca Juga: Etika Komentar di Media Sosial, Mengapa Empati Perlu Didahulukan Sebelum Mengetik

’’Cara tersebut memungkinkan orang tua tetap mengabadikan momen bersama anak sekaligus memberikan batas terhadap informasi pribadi yang tampil di ruang digital,’’ imbuh founder BocahBicara itu.

Dengan cara tersebut, orang tua tetap dapat berbagi cerita mengenai aktivitas keluarga tanpa harus membuka seluruh informasi pribadi anak kepada publik. (*)

Editor : Chairunnisya
privasi anak informasi anak media sosial Orang tua parenting