Menjaga Identitas Anak Perlu Seimbang dengan Kenyamanan Beraktivitas

Chairunnisya • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:49 WIB
Ilustrasi media sosial Tiktok.
Ilustrasi media sosial Tiktok.

PONTIANAK POST -

Perlindungan privasi anak tidak hanya berkaitan dengan apa yang tampil di media sosial. Ketika berada di ruang publik, anak tetap perlu mendapatkan ruang untuk bermain dan beraktivitas secara normal.

Momfluencer sekaligus parenting speaker, Venny Alawiyah, mengatakan perlindungan privasi tidak harus dilakukan dengan menyembunyikan wajah anak setiap saat.

Anak tetap seharusnya dapat bermain, pergi ke mal, menghadiri acara, bersekolah, atau tampil di atas panggung.

’’Menjaga privasi di media sosial berbeda dengan membuat anak seolah-olah harus selalu bersembunyi ketika berada di ruang publik. Saya lebih melihatnya sebagai situational awareness,’’ tuturnya, dikutip dari Jawapos.

Sesuaikan dengan Kondisi

Menurut Venny, orang tua dapat meningkatkan kewaspadaan ketika membawa anak menghadiri acara yang terbuka dan berpotensi melibatkan banyak dokumentasi.

Pada situasi seperti itu, kehati-hatian diperlukan untuk menentukan informasi dan dokumentasi apa yang akan dibagikan.

Namun, orang tua tidak perlu sampai membuat anak selalu menggunakan masker, topi, atau aksesori tertentu hanya untuk memastikan wajahnya tidak terlihat orang lain.

Pendekatan tersebut diperlukan agar upaya menjaga privasi tetap sejalan dengan kesempatan anak menjalani aktivitasnya secara normal. (*) 

Editor : Chairunnisya
privasi anak situational awareness perlindungan anak ruang publik parenting