PONTIANAK POST - Menentukan batas privasi anak bukan hanya persoalan seberapa banyak informasi yang diketahui publik. Kenyamanan anak juga perlu menjadi pertimbangan orang tua.
Dilansir dari Jawapos, momfluencer sekaligus parenting speaker, Venny Alawiyah menilai batas privasi berlaku bagi semua anak, bukan hanya anak figur publik.
Anak public figure memang mungkin memiliki risiko lebih besar untuk dikenali, tetapi setiap orang tua tetap memiliki hak menentukan seberapa banyak kehidupan anak yang ingin dibagikan.
Baca Juga: Menjaga Identitas Anak Perlu Seimbang dengan Kenyamanan Beraktivitas
Status sebagai orang biasa pun bukan berarti informasi mengenai anak otomatis aman untuk dipublikasikan.
Perhatikan Respons Anak
Upaya menjaga privasi perlu dievaluasi apabila mulai memengaruhi kenyamanan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Jangan Asal Unggah, Ini Batas Privasi Anak di Media Sosial
Jika anak menjadi takut difoto, enggan berada di ruang publik, tidak boleh tampil dalam acara sekolah, atau merasa harus terus bersembunyi, orang tua perlu mempertimbangkan kembali batas yang diterapkan.
’’Tujuan menjaga privasi seharusnya membuat anak lebih aman, bukan membuat anak merasa dunia adalah tempat yang harus selalu ditakuti,’’ kata Venny.
Dengan demikian, perlindungan privasi tidak semestinya membuat anak kehilangan kesempatan untuk menjalani pengalaman sehari-hari.
Baca Juga: Etika Komentar di Media Sosial, Mengapa Empati Perlu Didahulukan Sebelum Mengetik
Orang tua perlu menemukan batas yang tetap memberikan rasa aman sekaligus kenyamanan bagi anak. (*)
Editor : Chairunnisya