PONTIANAK POST - Ketika anak akan tampil dalam acara publik, perlindungan privasi sebaiknya sudah dipertimbangkan sejak awal.
Orang tua dapat menentukan apakah anak perlu ikut tampil dan posisi yang paling sesuai.
Momfluencer sekaligus parenting speaker, Venny Alawiyah menyarankan cara yang tetap natural sehingga anak tidak merasa sedang disembunyikan.
’’Pilih cara natural yang dapat dilakukan tanpa membuat anak merasa sedang disembunyikan. Orang tua bisa memilih posisi tidak terlalu dekat dengan kamera, tidak memberikan informasi identitas anak secara berlebihan, serta mempertimbangkan kembali kebutuhan menampilkan wajah anak ketika mengunggah dokumentasi,’’ ungkap Venny.
Sampaikan Keberatan dengan Sopan
Situasi lain dapat terjadi ketika ada orang lain yang memotret atau merekam anak. Dalam kondisi tersebut, orang tua dapat menyampaikan keberatan secara sopan.
Permintaan sederhana seperti, ’’Maaf, boleh minta tolong wajah anak saya tidak diposting?’’ dapat menjadi bentuk komunikasi tanpa harus langsung berujung pada konfrontasi.
Hal tersebut terutama relevan ketika anak berada di acara publik yang memungkinkan adanya dokumentasi.
Libatkan Anak Saat Sudah Besar
Seiring bertambahnya usia, anak juga dapat mulai dilibatkan dalam keputusan mengenai privasinya.
Orang tua dapat meminta persetujuan sebelum mengunggah foto anak. Menurut Venny, pendapat dan kenyamanan anak semakin penting untuk dihargai ketika usia mereka bertambah.
’’Ketika anak semakin besar, pendapat dan kenyamanannya perlu semakin dihargai karena setiap unggahan juga menjadi bagian dari jejak digitalnya,’’ sambung Venny.
Dengan melibatkan anak, keputusan mengenai dokumentasi dan privasi tidak hanya menjadi urusan orang tua. Anak juga mulai belajar memahami batas informasi pribadi yang berkaitan dengan dirinya. (*)
Editor : Chairunnisya