Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Metode Penugasan Pemanfaatan Sampah Jadi Karya Seni

Misbahul Munir S • Kamis, 30 Maret 2023 | 08:44 WIB
Oleh : Kelara Enarwati, S.Pd.
Oleh : Kelara Enarwati, S.Pd.
Oleh :

SAMPAH adalah suatu bahan sisa yang terbuang, baik karena aktivitas manusia sehari-hari maupun dari proses alam yang berasal dari hewan dan tumbuhan yang berbentuk padat. Sampah merupakan sisa material yang tidak diinginkan atau tidak bermanfaat lagi bagi manusia. Ada bermacam-macam jenis sampah, ada yang organik dan anorganik.

Sampah organik adalah sampah yang basah contohnya sisa sayur, kulit buah-buahan yang busuk, kulit bawang dan lain sebagainya. Sampah organik kering adalah sampah yang sedikit mengandung air contohnya sampah organik kayu, ranting pohon, kayu dan daun-daun kering. Kebanyakan sampah organik sulit diolah kembali jadi lebih sering dibakar untuk memusnahkannya. Padahal sebenarnya ada beberapa sampah organik kering yang bisa dimanfaatkan untuk bahan kerajinan. Contoh seperti rotan, bambu, sisa kayu, bisa diolah menjadi kerajinan tangan dan masih banyak lagi sampah organik yang lainnya.

Sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengelolaan bahan tambang dan industri. Contoh sampah organik berupa sampah berbahan logam serta produk olahan, plastik, kertas, kaca dan keramik hingga sampah diterjen. Sebagian besar sampah anorganik tidak dapat terurai oleh alam atau mikroorganisme. Membutuh waktu yang lama untuk penguraiannya. Seperti sampah plastik, botol plastik, kaleng bekas, pipet, potongan besi, kaca tembaga. Setiap hari kita melihat sampah, baik dirumah tempat tinggal kita, di sekolah dan di lingkungan masyarakat umum.

Fenomena sampah juga terjadi di SD 54 Pontianak Barat, bermacam-macam sampah organik dan anorganik berupa plastik, pipet, botol dan gelas plastik banyak sekali terdapat di sekolah. Sampah-sampah itu di buang begitu saja di tong sampah. Bahkan tidak jarang masih ada siswa yang masih membuang sampah sembarangan, baik di halaman sekolah maupun di di parit-parit di depan kelas, walaupun setiap kelas sudah ada tong sampah. Namanya juga  anak-anak terkadang masih lupa apa yang sudah di pesan oleh bapak dan ibu gurunya.

Melihat hal tersebut guru-guru dan staf sekolah berusaha untuk mengarahkan siswa agar bisa lebih menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang merupakan rumah kedua bagi mereka, sebagai tempat bermain,  tempat belajar bersama teman-teman seperjuangan agar menjadi siswa yang cerdas dan berkualitas. Supaya tetap bisa bermain dan belajarnya dengan nyaman serta menyenangkan tentunya didukung juga oleh kondisi lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Oleh karena itu khususnya siswa kelas IV mendapat penugasan dari guru untukmemilih sampah yang terbuang yaitu pipet bekas minum es, gelas dan botol plastik, stik, yang akan dibuat menjadi karya seni yang menarik. Siswa diberikan tugas memilah sampah yang masih bisa diolah  dan di manfaatkan untuk membuat karya seni. Dengan bimbingan guru, siswa diarahkan agar memlilih bahan-bahan bekas yang ada di sekolah untuk membuat suatu karya yang menarik. Bahan-bahan itu dipilih dan dipisahkan dari sampah yang lainnya lalu dikumpulkan. Masing-masing siswa mengumpulkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Setelah selesai memilih sampah yang dibutuhkan siswa mencuci bahan-bahan itu terlebih dahulu lalu menjemurnya sampai kering. Setelah kering baru dibuat sesuai keinginan anak, mereka bebas berkreasi, Bahan-bahan bekas itu akan diolah menjadi sebuah karya yang unik dan menarik, bisa dibuat mainan kapal-kapalan, bunga, vas bunga, rumah-rumahan dan bingkai foto serta masih banyak karya seni lain yang bisa dibuat. Semua bisa di pajang di dalam kelas dan siap menghiasi kelas sebagai hiasan.

Demikianlah siswa-siswi di SD Negeri 54 Pontianak Barat  mengolah sampah dengan Metode Penugasan dari guru serta bekerja sama dengan orang tua membantu mengarahkan siswa untuk berkreasi memanfaatkan sampah menjadi barang yang cantik dan menarik, berdaya guna bisa di pajang di setiap ruang kelas sebagai hiasan. Semoga dengan adanya pengelolaan bahan bekas ini akan membuka wawasan siswa-siswi untuk selalu berkreativitas menciptakan sesuatu yang baru dan benilai jual tinggi, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga di kemudian hari.

Penulis adalah guru SD Negeri 54 Pontianak Barat. Editor : Misbahul Munir S
#Metode Penugasan #SD Negeri 54 Pontianak #karya seni #Pemanfaatan Sampah #sampah organik